Kader Gerakan Pemuda Ka'bah Diminta Turun Bantu Korban Gempa di Pasaman Barat

Administrator Administrator
Kader Gerakan Pemuda Ka'bah Diminta Turun Bantu Korban Gempa di Pasaman Barat
Fat Haryanto Lisda, Ketua GPK Pusat Bidang Penggalangan Wilayah Sumbar, Riau dan Kepri
Gempa yang terjadi di Pasaman Barat Propinsi Sumatera Barat bermagnitudo 6,1 mengundang rasa prihatin anak bangsa, termasuk Gerakan Pemuda Ka'bah. Segenap kader diminta agar turun memberikan bantuan terhadap para korban.

KETUA Pengurus Pusat GPK Bidang Penggalangan Wilayah Sumbar, Riau dan Kepri, Fat Haryanto Lisda menegaskan kader terdekat dari wilayah pusat gempa agar membantu para korban bencana di Sumatra Barat. Sedangkan kader se-Indonesia, khususnya di wilayah Sumbar, Riau dan Kepri juga diminta menggalang bantuan berupa materi, sembako maupun kebutuhan lainnya untuk masyarakat yang menjadi korban gempa.

" Turun ke lapangan, lakukan apa yang bisa dikerjakan. Misalnya membersihkan masjid-masjid, mushola, MCK dan rumah ibadah lainnya yang roboh karena gempa. Membantu masyarakat yang rumahnya terkena gempa. Kemudian berkordinasi kepada DPW PPP Sumbar serta seluruh anggota Fraksi PPP di Sumatra Barat untuk saling partisipasi dalam meringankan keterpurukan para korban," tegas Fat Haryanto Lisda, Jumat (25/02/22) malam tadi.

Selain itu, Fat Haryanto Lisda juga mengingatkan agar kader Pemuda Ka'bah bisa memfasilitasi pelaksanaan Istighosah dengan melakukan dzikir tolak bala dan memperbanyak membaca sholawat seraya bertawakal kepada Allah agar dijauhkan dari bala musibah.

Pada sisi lain, sebanyak 410 bangunan di Kabupaten Pasaman Barat rusak dan beberapa di antaranya roboh. Adapun rumah sakit setempat kewalahan menerima banyak warga yang luka-luka.

Jumlah korban jiwa terus bertambah. Hingga pukul 16.30 WIB, total jumlah korban meninggal mencapai tujuh orang. Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB, tiga orang meninggal dunia di Kabupaten Pasaman Barat dan empat orang di Kabupaten Pasaman.

Jurnalis di Padang yang melaporkan untuk BBC News Indonesia, Halbert Chaniago, menyebut data dari BPBD setempat merinci dua korban jiwa di Kabupaten Pasaman adalah anak-anak berusia 4-6 tahun.

Sedangkan total korban luka-luka mencapai 85 orang, dengan rincian luka berat 10 orang dan luka ringan 50 orang di Pasaman Barat, serta 25 orang di Pasaman.

Kepala BNPB juga mengungkapkan bangunan sebuah sekolah dasar negeri rusak berat, satu Bank Nagari rusak sedang, satu balairung rusak sedang, dan aula kantor bupati Pasaman Barat rusak sedang.

Dia juga mengungkapkan tim reaksi cepat BNPB sudah dikerahkan ke lokasi.

Kepala BMKG, Dwikorina Karnawati, mengungkapkan bahwa gempa bermagnitudo 6,1 (sebelumnya disebut 6,2) terjadi pada pukul 08.39 WIB tepatnya di darat pada jarak 17 km Timur Laut Pasaman Barat dengan kedalaman 10 km.

Gempa 6,1 ini disertai sedikitnya 15 gempa susulan. BMKG mengungkapkan masih ada gempa susulan selama 1-2 hari ke depan walau bermagnitudo rendah.**
Penulis
: Faisal Sikumbang
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html