Jatuh dari Kamar 328 Hotel Grand Central Pekanbaru, Anak Balita Tewas

Administrator Administrator
Jatuh dari Kamar 328 Hotel Grand Central Pekanbaru, Anak Balita Tewas
Lokasi terbukanya jendela yang diduga tempat keluarnya Balita dan jatuh ke lantai bawah hotel di Pekanbaru
Peristiwa menyedihkan terjadi dinihari tadi. Seorang anak Bawah Lima Tahun (Balita), meregang nyawa setelah jatuh dari kamar yang berada di Lantai III Hotel Grand Central Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru, Senin (19/09/22).

DINIHARI Tadi, suasana di Grand Central Hotel Pekanbaru lumayan heboh. Seorang Balita, M Giorgio Albar Ravabeli (3) terkapar di lantai halaman yang berada tidak berapa jauh dari portal masuk samping hotel. Bocah malang itu menginap bersama orang tuanya OMH (23) dan MRR (22) di kamar Lantai III Hotel Grand Central Pekanbaru.

Petugas hotel melarikan bocah malang itu ke RS Syafira. Namun upaya pertolongan medis yang dilakukan tidak berhasil menyelamatkan nyawa korban. Selanjutnya jasad korban di bawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan visum.

Kapolsek Bukit Raya AKP Syafnil mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 03.30 WIB. Korban pertama kali ditemukan oleh staf hotel yang berada di pos 3 belakang Hotel Grand Central. Mereka melihat ada sesuatu yang jatuh di halaman portal masuk di samping hotel.

“ Kemudian para saksi mendekati dan terperanjat saat menyaksikan seorang anak berusia lebih kurang 3 tahun sudah tergeletak dalam keadaan sekarat. Mereka lalu melihat ke arah atas dan ternyata ada jendela terbuka di lantai 3. Mereka mengantarkan korban ke rumah sakit Syafira,” katanya.

Usia mengantar korban, staf grand central kemudian memeriksa kamar 328 yang dihuni oleh korban. Saat digedor tidak ada yang membukakan pintu. Setelah menunggu beberapa saat, saksi lalu membuka pintu dengan kunci master. Terlihat kamar dalam keadaan kosong serta jendela dalam keadaan terbuka.

“ Kemudian kembali dicek setelah 10 menit di kamar tersebut sudah ada sepasang suami istri yakni OMH (23) dan MRR (22) yang merupakan warga Bandar Lampung,” katanya.

Selanjutnya orang tua Korban menyusul SG bua hati ke rumah sakit Safira. Namun nyawa sang bocah tidak terselamatkan.

” Korban kini sudah berad Adi RS Bhayangkara untuk dilakukan visum,” papar AKP Syafnil.**

Penulis
: Faisal Sikumbang
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html