Gugur Saat Amankan Demo 11 April, Calon Istri Perwira Brimob Polda Sutra itu Ternyata Kapolsek di Inhu Riau

Administrator Administrator
Gugur Saat Amankan Demo 11 April, Calon Istri Perwira Brimob Polda Sutra itu Ternyata Kapolsek di Inhu Riau
Ipda Nadya Ayu Nurlia, Kapolsek di Batang Gangsal Inhu Riau.

Duka mendalam dirasakan jajaran Kepolisian Republik Indonesia pasca gugurnya salah seorang Perwira Brimob Polda Sulawesi Tenggara (Sultra), Ipda Imam Agus Husein saat mengamankan demo 11 April kemarin. Kesedihan itu juga dirasakan Ipda Nadya Ayu, Kapolsek Batang Gangsal Polres Indragiri Hulu Propinsi Riau. Kapolsek termuda di Riau itu merupakan kekasih Ipda Imam Agus Husein, dan mereka sudah merencanakan untuk menikah.

KAPOLRES Indragiri Hulu, AKBP Bachtiar Alponso membenarkan almarhum Ipda Imam Agus Husein dan Ipda Nadya Ayu memiliki hubungan asmara. Bahkan keduanya sudah lamaran dan siap menuju jenjang pernikahan.

"Arahnya ke sana (mau menikah). Kalau tidak salah sudah tunangan, cuma tidak tahu kapan mau nikahnya," ujar Alponso, Rabu (13/4/2022).

Alponso menyebut Ipda Nadya sangat terpukul atas gugurnya Ipda Imam. Bahkan Nadya menangis saat izin untuk berangkat ke rumah duka Ipda Imam di Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara.

"Namanya calonnya, ya langsung nangis-nangis. Saya lihat sangat terpukul (Ipda Nadya Ayu)," kata Alponso.

Orangtua Nadya sendiri tinggal di Bengkulu. Suasana duka di rumah calon mertua Ipda Imam masih terlihat saat detikSumut menyambangi rumah mereka di Jalan Semangka 1, Kelurahan Panorama, Kecamatan Singaran Pati, Kota Bengkulu. Ayah Nadya, Zulkipli menceritakan Nadya yang akrab disapa dengan panggilan Ayu bertemu dengan Imam saat tes masuk anggota polisi di Medan, 2016 lalu. Mereka seangkatan dan pacaran sejak 2018.

"Ayu kenal almarhum waktu tes polisi di Medan, mereka satu angkatan dan memiliki pangkat yang sama," kata Zulkipli saat ditemui, Rabu (13/04/2022).

Saat penempatan tugas, mereka berpisah. Imam ke Sulawesi, sementara Nadya ditempatkan di Riau. Kendati demikian, hubungan mereka tetap terjaga sampai proses lamaran. Bahkan, mereka berdua sudah berencana mengajukan sidang pernikahan secara kepolisian dalam waktu dekat. Namun, tanggalnya belum ditentukan karena masih melalui beberapa tahapan dalam kedinasan polisi.

"Orangtua almarhum Imam telah meminta Ayu menjadi menantu mereka, tapi orangtua almarhum belum ketemu kami soal rencana pernikahan," jelas Zulkipli.

Zulkipli mengungkapkan, almarhum Imam merupakan sosok yang baik dan tegas sebagai seorang laki-laki. Dia pernah beberapa kali ke Bengkulu.

"Kami merasa kehilangan seorang sosok yang baik dan bertanggung jawab, kami merestui hubungan mereka selama ini," ungkap Zulkipli.

Ayu sendiri saat ini masih di Panyabungan. Rencananya, mereka semua akan bertemu di Pekanbaru, pada Kamis besok, usai Ayu pulang dari kampung almarhum. Adapun prosesi pemakaman Imam dilaksanakan pada Rabu (13/4/2022). Pelepasan jenazah dilakukan dengan upacara kepolisian yang dipimpin oleh Dansat Brimob Polda Sumut.

Sebelumnya diberitakan, Ipda Imam Agus meninggal dunia saat ikut mengamankan aksi unjukrasa mahasiswa 11 April di Kota Kendari. Imam meninggal karena sesak nafas dan sempat dibawa ke rumah sakit. Jenazah almarhum Imam dibawa pulang ke rumahnya di Panyabungan II, Mandailing Natal (Madina). Ipda Imam sendiri telah dimakamkan di pemakaman keluarga di Banjar Kobun, Panyabungan.**

Penulis
: Faisal Sikumbang
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html