Gubri Bandingkan PT Chevron dengan PT PHR Terkait Kecelakaan Kerja

Administrator Administrator
Gubri Bandingkan PT Chevron dengan PT PHR Terkait Kecelakaan Kerja

Gubernur Riau Drs H Syamsuar MSi membandingkan kerja PT Pertamina Hulu Riau dengan PT Chevron Pacific Indonesia menggelola Blok Rokan terkait angka kecelakaa kerja.

SELAMA Puluhan tahun PT Chevron mengelola Blok Rokan hampir tidak terdengar kecelakaan kerja yang menelan korban jiwa.

"Chevron itu sudah berapa lama di Riau, berapa pekerjaan yang meninggal? PT Chevron dulu hampir tak terdengar pekerja meningggal karena kecelakaan kerja. Artinya ini adalah kelalaian, karena ini kejadian ini harus menjadi pembelajaran dan perhatian SKK Migas untuk mengawasi perusahaan," ungkapnya.

Cari keuntungan boleh-boleh saja, tapi jangan sampai membuat orang meninggal. Ini saya ingatkan kepada bapak ibu. Tolong diperhatikan, tidak sederhana itu masalahnya meninggal dunia," sambungnya.

Gubri mengaku sebelum sempat bertemu dengan Direktur Utama PT PHR saat terdapat enam pekerja subkontraktor yang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja.

"Saya katakan ke pak Jaffee, coba bapak cek SOP tenaga kerja, dan SOP ini SKK Migas bisa mengawasi. Ini kan ada rekanan bekerja ikut tender. Kemudian, rekanan ini ada sub-sub lagi, sehingga SOP yang seharusnya menyelamatkan tenaga kerja tidak dilakukan. Pernah tidak PHR mengecek persyaratan kerja terhadap subkontraktor yang bekerja," ujarnya.

"Jadi kalau tidak ada sesuatu yang salah, tidak akan mungkin terjadi korban kecelakaan kerja yang begitu banyak dan terus menerus. Satu, dua, tiga, empat sampai tujuh orang," ucapnya.

Sebab lanjut Gubri, setelah pengawas Disnakertrans Riau turun mengecek secara teliti, dan PHR diminta untuk mengecek kesehatan pekerja.

"Artinya kan jelas, ada SOP yang harusnya dikerjakan untuk keselamatan kerja. SOP keselamatan kerja itu wajib diperhatikan oleh semua perusahaan," tegasnya. (*)

Penulis
: Ridha
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html