Digulung Ombak Pantai Pasaman, Satu Keluarga dari Medan Tewas

Administrator Administrator
Digulung Ombak Pantai Pasaman, Satu Keluarga dari Medan Tewas
Korban yang terseret ombak di Pantai Sikabau Pasaman Barat Sumbar
Mujur tak dapat diraih, malang tak dapat di tolak. Maksud hati merayakan lebaran di kampung halaman Pasaman Barat, satu keluarga yang merantau ke Medan ini akhirnya meregang nyawa. Ombak besar Pantai Sikabau mengakhiri perjalanan hidup mereka.

LEBARAN kedua Idul Fitri 1443 Hijriah menjadi hari duka cita bagi satu keluarga yang tengah menikmati indahnya Pantai Sikabau Sumatera Barat. Ketika mandi dan berenang di pantai, tiba-tiba ombak besar datang menggulung. Mereka hanyut terbawa ombak dan nyawanya tidak terselamatkan.

“Benar ada warga yang hanyut. Saya yang langsung mengevakuasi korban. Mereka 3 orang, terdiri dari satu orangtua, anak dan menantu,” kata kepala Jorong Sikabau, Pendrison kepada Padangkita.com melalui telepon seluler, Selasa (3/5/2022) malam.

Menurut informasi yang dihimpun, awal mulanya salah satu korban berinisial TY (28) mandi di pantai dan terseret arus karena diduga tidak mahir berenang. Melihat kejadian itu, mertuanya yang berinisial A (51) berupaya memberikan pertolongan. Namun karena tanpa peralatan yang mendukung, akhirnya juga ikut terseret ombak.

“ Setelah kedua korban ini terseret arus ombak, akhirnya korban dengan inisial F (42) juga berupaya menolong. Namun upaya yang dilakukan sia-sia, karena dirinya juga terseret arus," jelasnya.

Disebutkan Pendrison, korban inisial A (51) meninggal di lokasi kejadian. Sedangkan dua korban lainnya meninggal di Puskesmas Pembantu Sikabau. Ketiga korban telah dievakuasi ke rumah keluarganya di Jorong Sumba, Nagari Ujung Gading, Kecamatan Lembah Melintang

Menurutnya, lokasi kejadian tersebut jauh dari lokasi unggulan wisata yang disarankan oleh panitia untuk tujuan wisatawan. Lokasi itu tepatnya sudah termasuk perbatasan antara Sikabau dengan Sikilang.

“Lokasi ini tidak lokasi unggulan kita untuk berwisata, akan tetapi ada juga beberapa warga kesana untuk sekedar makan bersama, dan tidak kita izinkan untuk mandi,” jelasnya.

Selain itu, tim dari pemuda dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sudah memperingatkan kepada wisatawan untuk tidak mandi-mandi di pantai, terutama anak-anak dan perempuan.

“ Panitia kita 1 kali 30 menit selalu melakukan patroli untuk memantau para wisatawan, mana tahu ada anak-anak yang mandi untuk diperingatkan. Belum lama petugas kita pergi dari lokasi itu, datanglah laporan bahwa ada warga hanyut dan kita langsung turun untuk mengevakuasi,” paparnya.

Ditambahkan, kejadian ini terjadi sekitar pukul 15.00 WIB dan pada pukul 15.30 WIB dua orang korban telah berhasil dievakuasi dengan menggunakan jaring ikan nelayan dan perahu nelayan setempat.

“Kedepan kita sampaikan kepada para pengunjung agar mengikuti imbauan dari para petugas dan kepada orangtua agar tetap melakukan pengawasan kepada anak-anaknya supaya hal seperti ini tidak terulang kembali,” imbuhnya.**
Penulis
: Faisal Sikumbang
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html