Bayi Perempuan di Rohul Lahir Tanpa Tempurung Kepala

Administrator Administrator
Bayi Perempuan di Rohul Lahir Tanpa Tempurung Kepala
Serka Arnizam mengunjungi bayi perempuan yang lahir tanpa tempurung kepala di Rokan Hulu.

Kelahiran anak merupakan momen yang paling ditunggu-tunggu oleh pasangan suami istri. Begitu juga dengan pasangan Dwi Arisusanto (22) dan Rosi Lestari yang tinggal di Desa Bencah Kesuma Kecamatan Kabun Kabupaten Rokan Hulu Propinsi Riau. Namun untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Sang buah hati lahir dalam kondisi tanpa tempurung kepala.

PASANGAN yang tergolong keluarga kurang mampu itu tidak pernah menyangka anak mereka bakal lahir dalam keadaan tidak normal. Bagian atas kepalanya tanpa tempurung dan membuat bagian wajahnya tidak sempurna. Bayi itu juga tidak bisa mengkonsumsi ASI. Penggantinya, diberikan susu bubuk yang dimasukkan ke mulut bayi itu dengan menggunakan slang dan jarum suntik.

Rosi Lestari, ibu bayi malang itu tidak mampu menyembunyikan kesedihannya. Dirinya bersama suami hingga kini belum sempat memberikan nama bayi malang itu. Mereka fokus mencari biaya untuk pengobatan anaknya. Saat ini, bayi perempuan tersebut berada di rumah saudara Rosi Lestari yang terletak di Desa Lubuk Bendahara, Kecamatan Rokan IV Koto, Kabupaten Rokan Hulu.

" Bicara sedih pasti sedih pak. Tapi kami akan lakukan segala cara untuk mengobati buah hati kami ini. Apapaun keadaannya tidak mengurangi rasa sayang kami. Kami rutin melakukan kontrol kesehatannya. Tapi jujur, kadang kami kesulitan biaya. Suami saya cuma pekerja bengkel," ungkap Rosi Lestari.

Kondisi yang dihadapi pasangan suami istri itu tak urung mengundang kepedulian Serka Arnizam, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 13 Rokan IV Koto Kodim 0313/KPR. Dirinya terpanggil untuk membantu keluarga bayi malang itu dengan menyisihkan sebagian uang gajinya.

Tidak hanya, Serka Arnizam juga menghubungi Dinas Sosial Perlindungan Perempuan dan Anak (Dinsos PPA) untuk ikut membantu, khususnya menyangkut biaya operasi bayi malang tersebut.

" Mereka keluarga kurang mampu dan tercatat sebagai penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH). Kmai juga menghimbau saudara-saudara yang punya kelebihan rezeki agar bisa menyisihkan hartanya untuk membantu biaya pengobatan bayi malang tersebut. Silahkan menghubungi langsung nomor handphone Dwi Arisusanto 085213025052," ujar Serka Arnizam.**

Penulis
: Administrator
Editor
: Faisal Sikumbang
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html