Bagi Buah-buahan ke Mahasiswa, Aksi Polwan Dumai Menuai Pujian

Administrator Administrator
Bagi Buah-buahan ke Mahasiswa, Aksi Polwan Dumai Menuai Pujian
Aksi Polwan yang membagikan buah-buahan kepada mahasiswa yang menggelar aksi demonstrasi menuai pujian.
Pemandangan tak biasa tampak saat berlangsungnya aksi demonstrasi yang dilakukan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Se-Kota Dumai. Serombongan Polisi Wanita (Polwan) dari Mapolres Dumai tampak mendatangi mahasiswa sambil membagikan buah-buahan. Hal ini mendapat apresiasi positif dan tidak sedikit yang memberikan pujian, Kamis (08/09/22) sore tadi.

PERSONIL Polisi Wanita (Polwan) dari Mapolres Dumai mendatangi lokasi aksi demonstrasi yang digelar BEM Se-Kota Dumai di halaman Gedung DPRD Dumai. Mereka datang sambil menenteng kantong dan kotak berisi buah-buahan. Diantaranya buah jeruk dan buah pisang.

Mereka selanjutnya membaur dengan massa mahasiswa sambil membagikan buah-buahan itu. Senyuman tampak tak pernah lepas dari wajah para polisi wanita itu. Satu persatu mahasiswa maupun mahasiswi mereka datangi. Pendekatan ala Polwan ini tak urung menuai pujian.

" Apa yang dilakukan anggota Polwan itu patut di apresiasi. Pola pendekatan mereka menyentuh hati. Melalui pola ini, potensi gesekan saat aksi demonstrasi bisa dihindari. Terimakasih kepada Ibu-ibu Polwan yang sudah memperlakukan adek-adek mahasiswa sebagai anak atau adek mereka sendiri," ujar Tokoh Masyarakat Dumai, Syaiful Amri Datuk Domo yang juga hadir di Gedung DPRD Kota Dumai.

Sementara Kapolres Dumai, AKBP Nurhadi Ismanto, SIK saat ditemui memaparkan untuk pengamanan aksi demonstrasi dikerahkan hampir 300-an personil yang terdiri dari Kepolisian, TNI, Satpol PP dan Security.

" Jumlah personil pengamanan yang dikerahkan terdiri dari 186 orang anggota kepolisian, 21 orang dari TNI, 60 orang dari Satpol PP dan 40 orang dari petugas security. Kita bersyukur, sejauh ini situasi dalam keadaan tertib, aman dan terkendali," ujar AKBP Nurhadi Ismanto, SIK.

Sebelumnya diberitakan, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kota Dumai turun ke jalan menyuarakan penolakan terhadap kebijakan pemerintah yang menaikkan harga BBM bersubsidi. Dalam aksinya, mahasiswa juga mengusung 5 tuntutan yang disampaikan dalam orasi demontrasi, Kamis (08/09/22) sekitar pukul 15.30 WIB tadi sore.

Mereka secara tegas menolak keputusan pemerintah pusat yang menaikkan harga BBM ditengah ekonomi masyarakat yang sangat sulit.

" Hari ini, kita ucapkan Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Kita berduka, atas matinya hati nurani para penguasa. Dengan menaikkan harga BBM, mereka membuat rakyat makin menderita," ujar mahasiswa yang menjadi orator saat aksi demonstrasi di halaman Gedung DPRD Kota Dumai, Kamis (08/09/22).

Pada kesempatan itu, mahasiswa juga menyampaikan 5 tuntutan utama mereka yang harus dilaksanakan oleh pemerintah dan lembaga legislatif Kota Dumai. 5 tuntutan yang dibacakan saat aksi tersebut yakni, mendesak Walikota Dumai dan DPRD Kota Dumai untuk menolak secara tegas kenaikan dan pencabutan BBM Bersubsidi.

Kemudian mendesak pemeritah dan aparatur hukum Kota Dumai secara serius untuk membentuk Tim Satgas dalam memberantas mafia maupun oknum penimbun BBM. Mendesak Pemerintah RI untuk memperbaiki sistem dalam pendistribusian BBM Bersubsidi agar penyalurannya tepat sasaran.

Selanjutnya revisi UU Migas No 22 Tahun 2021 yang membuka ruang bagi liberalisasi di sektor Migas dan terakhir mendesak Pemerintah Kota Dumai agar serius dalam menangani pendistribusian serta mengatasi kelangkaan Gas Elpiji Bersubsidi.**
Penulis
: Faisal Sikumbang
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html