Astaghfirullah, Imam Masjid Ditusuk Saat Sujud Sholat Subuh

Administrator Administrator
Astaghfirullah, Imam Masjid Ditusuk Saat Sujud Sholat Subuh
Serif Zorba, tersangka penikaman imam Masjid Omar.

Imam masjid bersimbah darah setelah ditikam dua liang pada bagian punggungnya oleh penyusup yang tiba-tiba muncul saat sholat subuh, Minggu (9/4/2023) sekitar pukul 05.30 waktu setempat.

RINTIHAN Disertai kalimat istihgfar terdengar dari mulut Imam MasjidOmar di New Jersey, Amerika Serikat bernama Sayed Elnakib (65)yang sedang memimpin sholat subuh. Bagian punggungnya ditikam penyusup yang bergerak cepat ke arah imam saat dalam posisi sujud.


"Astagfirullah!" ujar Imam Sayed Elnakib yang langsung tersungkur.

Usai menikam imam, pelaku berusaha kabur. Namun jamaah langsung berupaya mengamankannya. Dari rekaman video yang beredar, sholat yang tengah berlangsung seketika bubar.

Dikutip dari Kompas.com, sebagian jamaah bergegas menolong sang imam yang tersungkur dan berdarah. Sedangkan belasan jamaah lainnya bergegas mengejar si penikam hingga ke luar masjid dan ada yang menghadiahkan "bogem mentah" ke pelaku.

"Separuh dari jemaah menangkap tersangka, separuh lainnya memberikan bantuan kepadaimam," kata anggota dewan Kota Paterson, Al Abdelaziz kepadaFoxnews.

Tersangkapenyerangan teridentifikasi bernama Serif Zorba. Polisi segera menanggapi laporan atas serangan tersebut sekitar pukul 05:37 waktu setempat. Selanjutnya tersangka yang sudah diamankan jemaah dibawa oleh pihak kepolisian.

Sedangkan Imam Sayed Elnakib dibawa menuju Pusat Medis Universitas St. Joseph. Dia dilaporkan menderita luka serius, termasuk gangguan hati. Meski begitu, keadaannya stabil.

" Dia dikelilingi oleh istri dan tiga anak laki-lakinya dan kondisinya membaik,” kata juru bicara Masjid Omar, Abdul Hamdan, dilansir dariOpoyi.

Hingga saat ini, Kantor Kejaksaan Wilayah Passaic tidak memberikan perincian tentang motif penyerangan tersebut dan mengatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung.

"Meskipun tidak jelas apa yang memotivasi penyerang, tidak ada pembenaran untuk kekerasan apa pun, terutama di tempat suci," ujar Al Abdelaziz, dikutip dariNPR.(**)

Penulis
: Faisal Sikumbang
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html