Anto Rachman Kembali Nakhodai PP Riau

Administrator Administrator
Anto Rachman Kembali Nakhodai PP Riau
H Arsadianto Rachman menerima Pataka usai terpilih untuk ke-4 kalinya sebagai Ketua MPW Pemuda Pancasila Riau.

H Arsadianto Rachman atau akrab disapa dengan panggilan Bang Anto Rachman kembali diamanahkan untuk menakhodai Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila (PP) Provinsi Riau untuk masa bakti 2022-2027. Pengukuhannya sebagai Ketua PP Riau itu dihadiri Wakil Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional (MPN) PP, Ahmad Ali, Sabtu (19/2/2022) di Hotel Labersa Kampar Propinsi Riau.

ANTO RACHMAN mengucapkan terimakasih kepada segenap Majelis Pimpinan Cabang (MPC) yang masih memberikan kepercayaan baginya untuk kembali memimpin MPW Pemuda Pancasila Riau. Jabatan tersebut disandangnya untuk ke-4 kalinya sebagai Ketua PP di Riau.

" Saya kembali ditunjuk menjadi ketua yang ke-4 kalinya. Tugas ini sangat berat, karena ini adalah masa transisi saya untuk mengurus PP di Riau ini," ujar Anto sembari meminta kepada pengurus yang baru dilantik agar lebih aktif dalam menjalankan roda organisasi.

Sementara struktur organisasi MPW PP Riau sendiri terdiri dari Sekretaris Victor Yonathan, Bendahara Bonar Saragi, Wakil Ketua I Organisasi Fran Rizal, Wakil Ketua II Kesejahteraan Sosial M. Nasir, Wakil Ketua III Perekonomian dan Industri Mangapul Hutahaena, dan Wakil Ketua IV Pembinaan dan Pemberdayaan Cabang Kiki.

Sementara Waketum MPN PP, Ahmad Ali berharap di pengurusan MPW PP Riau yang baru agar bisa menjaga harapan dari kader-kader PP.

" Tentunya dengan terpilihnya kepengurusan baru harus mampu menerjemahkan peraturan organisasi. Ke depannya kita berharap PP sebagai Ormas mempunyai cara pandang dan pengelolaan yang berbeda," ucap Ahmad.

Ia juga berharap kantor-kantor PP yang ada di Riau harus bisa digunakan untuk pelayanan publik. Menurut Ahmad Ali, kantor PP bisa digunakan sebagai sentra pelayanan publik seperti tempat pengajian dan sunatan masal untuk kepentingan masyarakat.

" Tidak bisa lagi kantor PP hanya tempat berkumpulnya orang-orang yang hanya mengurus demi kepentingan dirinya sendiri. Tapi kantor PP harus berubah, perubahan pelayanan, mindset organissi harus kita ubah, tidak lagi kantor PP menjadi tempat sakral," imbuhnya.

Lebih lanjut ditegaskannya, sejatinya organsiasi PP harus mampu menjadi harapan seluruh masyarakat.

" Ini bukan pekerjaan mudah, tapi kalau kemudian kita sekian puluh tahun menjadikan kantor PP tempat sakral maka kemudian kita harus mampu mentransformasikan diri kita dengan kepentingan masyarakat," imbuhnya.

Terakhir disampaikan Ahmad Ali, baik buruknya PP di Riau ada di pundak Anto Rachman. Ketua MPW harus menandatangi pakta integritas, bahwa ketika 6 bulan tidak bisa menjaga amanat maka harus mengundurkan diri secara otomatis.

" Kita tidak bisa lagi melihat masa lalu, kita masuk di era milenial dan harus menatap mada depan. Saya percaya Bung Anto mampu melakukan transformasi dan kemudian menjaga harapan masyarakat Riau," tutupnya.*

Penulis
: Faisal Sikumbang
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html