Catatan Agung Marsudi Sempena HUT Kupas Media Grup: Dikipas, Dikupas-kupas Biar PAS

Administrator Administrator
Catatan Agung Marsudi Sempena HUT Kupas Media Grup: Dikipas, Dikupas-kupas Biar PAS
Kupas Media Award Sempena 1 Tahun Kupas Media Grup
Tentang Dumai, saya memang minim data. Beberapa informasi penting justru bersumber dari Faisal Sikumbang, wartawan senior, dulu pernah ketemu di Duri. Selebihnya hanya selayang pandang.

MAKIN intens tertarik dengan Dumai ketika bersama teman-teman aktivis memperjuangkan hak-hak Dumai, terkait kegiatan hulu dan hilir migas (momentum transisi Chevron ke PHR).

Ketika saya diminta untuk menulis oleh Bung Faisal, sempena ulang tahun Kupas Media Grup (KMG), saya masih berada di atas kereta api Joglosemarkerto, Minggu (6/3/2022) perjalanan Slawi menuju Solo.

Ini hanya catatan penggembira, lara dunia jurnalistik, yang dipenuhi media "katanya".

Bolehlah saya menulis KU(PAS) dengan (PAS) tanda kurung. Sepertinya ada tali yang berpilin, antara KUPAS dengan PAS. Dulu ketika pasangan calon Wali Kota Dumai dan Wakil Wali Kota Dumai Paisal-Amris (PAS) resmi mendeklarasikan diri Koalisi Dumai Membangun. Dan kini Paisal telah menjadi Walikota Dumai.

Judul, "Dikipas Dikupas Kupas", boleh jadi memang orbit Kupas di Kubu Paisal. Hubungan antara KUPAS dengan KU(PAS) adalah beradu bahu, berhimpit tumit. Bersalam komando bersama Wako.

Media sebagai pilar demokrasi, bersifat independen tentu berbeda dengan produk-produk kehumasan, meski bedanya tipis sekali. Di satu sisi program-program pemerintah daerah (khususnya kota Dumai) perlu disebarluaskan, dikampanyekan tetapi di sisi lain juga perlu dikritisi, apalagi dengan moto "mengulas dengan cerdas".

Pertanyaannya, kecerdasan KUPAS mengulas mewakili siapa, mewakili dahaga publik atas informasi atau sekedar buka tutup kran kasus-kasus, atau sensasi.

Di usianya yang masih cukup muda, eksistensi KUPAS di dunia yang serba paperless, tentu harus diapresiasi. Pertama, karena redaksinya digawangi orang-orang kompeten di dunia jurnalistik. Kedua, memotret dinamika pembangunan dengan kacamata berbeda (meski barangnya sering sama).

Selebihnya biarlah publik menilai, karena merekalah sejatinya pembaca, pendengar dan pemirsa. Tanpa mereka, KUPAS tak akan berarti apa-apa.

Jika PAS dulu berjanji tidak akan membiarkan masyarakat kota Dumai menjadi penonton di tengah pembangunan infrastruktur dan industri. Kini saatnya PAS memenuhi harapan banyak pihak itu.

Tahniah; Kupas, aku di PAS. Anda dimana? Jangan bilang, "Ora Nasdem, Ora Marem!"

Solo, 6 Maret 2022
Penulis
: Administrator
Editor
: Faisal Sikumbang
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html