Catatan Agung Marsudi, Selad Solo, Tempe Loro

Administrator Administrator
Catatan Agung Marsudi, Selad Solo, Tempe Loro
Selad Solo
Sebelum meninggalkan Solo, setelah beberapa saat, "njajah deso milang kori" di Jawa Tengah, kini saatnya menikmati Selat. Menu kaya kalori, tanpa nasi. Kentang, daging, galantin, tomat, slada, timun, telur, buncis dan wortel.

SELAD Solo, tempe loro. Cukup memberi nutrisi sehari. Apalagi tambah teh panas. "Delicious, wuenak, tenan".

Apalagi yang jualan, mbak Mlenuk. New Mlenuk. Bumbu dan racikan kuahnya, mak nyus. Khasiatnya meski tak bisa menunda pemilu, tapi kabar lezatnya terasa sampai ke anak cucu.

Alamat persisnya saya tak tahu, posisinya tepat di depan Gereja Kristen Alkitab Indonesia, Sekip, Solo. Warungnya sederhana, tapi kebersihannya kelas dunia.

Selat Solo itu, bistik Jawa. Kuliner ini aslinya adalah aneka sayuran yang dipadukan dengan daging sapi berkuah seperti semur. Kini makin variatif, dan bercita rasa tinggi.

Di meja paling depan, kemarin saya ditawari sup mentari, katanya juga spesial. Saya iyakan. Kenikmatan menu tanah kelahiran. Ingat Solo, ingat Mas Joko. Presiden Republik Indonesia. Petugas partai yang setia, bersahaja, sederhana, apa adanya.

Di sisi lain, ia juga bapak dari 263 juta rakyatnya, yang berharap perutnya terisi, bisa sekolah lagi, bisa kerja lagi, bisa ngojek lagi, bisa "mbolang" lagi.

Rakyatnya yang dengan segala cara, mengganjal perutnya dengan ilmu mimpi. Mimpi bisa makan, setiap hari. Mimpi kawin tiga kali, bukan jadi presiden tiga kali.

"Ojo pedhot oyote". Mbak Mlenik, mbak Mlenuk, O, ketua partaimu gak ganti-ganti.

Solo, 9 Maret 2022




Penulis
: Administrator
Editor
: Faisal Sikumbang
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html