Catatan Agung Marsudi, Puasa, Pause, Poso

Administrator Administrator
Catatan Agung Marsudi, Puasa, Pause, Poso
Agung Marsudi
Sebentar lagi umat Islam akan memasuki bulan suci, bulan ramadhan, bulan puasa, poso. Bulan yang penuh rahmah dan maghfirah.

DALAM ceramahnya seorang kyai di Kebarongan, Kemranjen, Banyumas menjelaskan dengan singkat, poso, puasa dengan "pause". Tiga kata yang dirangkai dengan penjelasan khas kyai kampung yang sangat moderat.

"Pause" itu artinya berhenti sebentar. Sedang "poso" konon berasal dari bahasa sansekerta, "upa, wasa". Upa berarti pertalian. Wasa wewenang atau kekuasaan.

Dalam tradisi Jawa dikenal istilah laku atau lelaku yang identik dengan puasa atau poso. Mengurangi makan, atau menahan makan merupakan bagian dari "lara lapa" atau laku prihatin. Kemudian, mengurangi tidur. Terlalu banyak tidur, membuat seseorang tidak pernah bisa menjaga kehormatannya.

Intinya, pengendalian hawa nafsu.

Pengendalian hawa nafsu paling efektif adalah dengan cara puasa atau poso. Mengajari hati, untuk belajar hati. Agar manusia peka menangkap isyarah Gusti Allah.

Menghadapi tahun politik 2024, kiranya segenap elemen bangsa berkenan berpuasa, menahan diri dari ambisi, "pause" berhenti sebentar, untuk mawas diri.

Puasa itu melatih hati, manusia. Menguatkan jati diri, bangsa.

Jakarta, 20 Maret 2022
Penulis
: Administrator
Editor
: Faisal Sikumbang
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html