Catatan Agung Marsudi, La Nyalla Menyala(K)

Administrator Administrator
Catatan Agung Marsudi, La Nyalla Menyala(K)
Agung Marsudi
Nama La Nyalla dulu identik dengan bola, lalu berkicau tentang permintaan "uang politik" dan kini Ketua DPD RI. Saya jumpa beliau ketika beliau kunjungan ke Duri, Riau, terkait transisi Chevron ke Pertamina. Itu saja.

BELAKANGAN La Nyalla makin menyala. Lalu menyala-nyala, agaknya tertarik juga untuk ikut "manggung" di 2024. Namanya juga politisi. Gak ikut, gak seru. Gak nimbrung, gak berdengung.

Politik itu asik, seperti sepakbola, pemain, wasit, penonton, sponsor, penyelenggara seperti satu tarikan nafas. Yang penting targetnya "gol".

Sosok La Nyalla, sebagai orang bola, pas dengan kondisi politik Indonesia saat ini. Di era kepak sayap oligarki, baku atur, yang bisa diatur. Bergerak ke semua barak.

Lalu menyala(k).

Kata La Nyalla, "Rakyat masih diam, tapi kalau kelewatan bisa revolusi sosial"

"Sekarang mungkin rakyat masih diam, masih punya batas kesabaran melihat tingkah pola elit politik. Tapi kalau sudah kelewatan, bisa pecah revolusi sosial. Pemilik negara ini bisa marah dan para elit politik bisa ditawur oleh rakyat".

Ujar La Nyalla, "Negara tak boleh diserahkan ke politisi yang hanya berpikir kekuasaan".

Tegas La Nyalla, "DPD RI tolak jabatan presiden 3 periode"

Tutur La Nyalla, "Konstitusi harus dikoreksi total demi Indonesia lebih baik".

Jawab La Nyalla, "Semua harus berpikir negarawan"

Media "katanya" memang menarik. Sebab tokoh perekat kebhinekaan ini, pernah ditahan 7 bulan di kamar nomor 7, dan kini mobil dinasnya berpelat RI-7.

Ada tulisan di kaos oblong arek-arek Suroboyo, "Jancok, Kon".

Jakarta, 20 Maret 2022
Penulis
: Administrator
Editor
: Faisal Sikumbang
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html