Catatan Agung Marsudi, dari 36.000 Kaki di Atas Bumi

Administrator Administrator
Catatan Agung Marsudi, dari 36.000 Kaki di Atas Bumi
Ilustrasi
Maha Besar Allah; dari 36.000 kaki di atas permukaan laut bumi, awan seperti hamparan bulu-bulu domba hari raya idul adha, yang berlapis-lapis, tak beratap, tak bertepi.

ALLAHU AKBAR. Awan-awan berarak serentak. Tak tahu berapa juta dimensi, mata mampu menembus batas-batas, yang sejatinya tak berbatas.

Allahu Akbar. Takbir dari hati yang begitu dalam, mengagumi ciptaan Tuhan, yang mata manusia, hanya mampu melihat, apa yang terlihat. Mata cahaya, cahaya mata. Mata hati, mata hari, mata cinta pada Tuhan semesta.

Sayap tak sanggup lagi mengepak. Udara tak tahu untuk siapa di angkasa. Keagungan, keindahan yang luar biasa. Yang abadi, yang tak fana di hati.

Dari jauh para pejalan penjaga kebenaran, tak goyah melangkah, panas terik, hujan menumpahkan air ke seluruh penjuru bumi.

Dari megahnya istana, boleh jadi manusia-manusia pemuja demokrasi, lupa pada diri. Tapi dari angkasa hanya berhitung kaki, tak ada cerita demokrasi, ia hidup di ketakutannya sendiri. Mati.

Langit tak bertepi, bulat milik matahari. Dari 36.000 kaki, manusia tak lagi berkaki. Kaki kekuasaannya hanya titik. Butir-butir debu, yang hanya bisa mengadu, hidup seribu tahun hanya di puisi.

Lalu untuk apa yang ingin kekuasaan hingga ketiga kali.

Di atas awan, 20 Maret 202
Penulis
: Administrator
Editor
: Faisal Sikumbang
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html