Bawang Tangkapan BC Dumai Diduga Dikeluarkan Secara Diam-diam

Administrator Administrator
Bawang Tangkapan BC Dumai Diduga Dikeluarkan Secara Diam-diam
Bawang ilegal hasil tangkapan BC Dumai.
Kabar cukup mengejutkan terdengar terkait dugaan dikeluarkannya bawang hasil tangkapan Bea Cukai Dumai secara diam-diam dari gudang di Pelabuhan Pokala Kawasan Pelindo, Sabtu (06/09/25) dinihari. Belum diketahui secara pasti pihak yang mengeluarkan bawang tersebut dan kemana tujuannya. Namun menurut pihak BC Dumai kegiatan itu dilakukan dalam rangka pencacahan dan penimbunan barang di gudang barang bukti di kantor BC Dumai.

BERDASARKAN Informasi yang diperoleh di lapangan, kegiatan pemindahan bawang dengan menggunakan mobil pick berkapasitas muatan kurang lebih 1,5 ton itu dilakukan sekitar pukul 02.00 WIB hingga pukul 05.30 WIB, Sabtu (06/09/25) akhir pekan kemarin.

Muatan bawang yang diangkut pada dinihari itu kabarnya dibawa menuju Jalan Nelayan. Belum jelas pihak mana yang mengeluarkan bawang yang diduga hasil tangkapan BC Dumai tersebut.

Humas BC Dumai, Dedi Husni saat dikonfirmasi balik bertanya dibawa keluar (bawang,red) dari mana dan dibawa kemana.

" Dibawa keluar dari mana ke mana," tanya Dedi Husni kepada Kupas Media Grup, Senin (08/09/25) tadi sore.

Setelah dijelaskan informasinya bawang itu dikeluarkan dari gudang di Pelabuhan Pokala dan dibawa ke Jalan Nelayan, Dedi Husni tidak memberikan jawaban pasti. Pihaknya justru menerangkan kegiatan bongkar dari kapal dalam rangka pencacahan dan penimbunan barang bukti.

" Berdasarkan informasi yang kami terima dari penyidik, kegiatan bongkar dari kapal itu dilakukan dalam rangka pencacahan dan penimbunan barang tersebut di gudang barang bukti di kantor BC Dumai," tulis Dedi Husni melalui WA.

BC Dumai Tangkap Bawang Ilegal

Pada sisi lain, Satgas Patroli Laut Terpadu Jaring Sriwijaya BC 8006 dilaporkan berhasil menangkap kapal bermuatan bawang ilegal, Kamis (04/09/25) bersama Tim Gabungan yang terdiri dari Direktorat P2, Kanwil DJBC Riau, Kanwil DJBC Khusus Kepulauan Riau, Pangkalan Sarana Operasi BC TJ Balai Karimun dan KPPBC TMP B Dumai.

Kapal yang diamankan adalah KM ALFATIHAH yang kedapatan membawa kurang lebih 2.500 bags berisi bawang ilegal dari Kuala Linggi (Malaysia) menuju Dumai (Indonesia).

Penangkapan dilakukan berawal dari laporan masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti Tim Satuan Tugas Patroli Laut Terpadu Jaring Sriwijaya BC-8006 dengan menuju perairan yang diperkirakan akan dilewati oleh kapal target dan dibantu berupa pantauan kapal target oleh Puskodal.

Tim Satuan Tugas Patroli Laut Terpadu Jaring Sriwijaya BC-8006 menemukan KM ALFATIHAH di Perairan Tanjung Medang (02°04'06" U/101°50'18" T) untuk kemudian dilakukan penghentian dan pemeriksaan terhadap kapal tersebut sekitar pukul 19.00 WIB.

Berdasarkan pemeriksaan sementara ditemukan barang berupa bawang. Akibat kondisi cuaca dan ombak yang buruk serta KM ALFATIHAH mengalami kebocoran di beberapa titik, Tim Satuan Tugas Patroli Laut Terpadu Jaring Sriwijaya BC-8006 tidak dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Untuk mengatasi kebocoran pada KM ALFATIHAH, Tim Satuan Tugas Patroli Laut Terpadu Jaring Sriwijaya BC-8006 meminta bantuan kepada Speed Boat BC 1017 milik Bea Cukai Dumai untuk membawakan alkon dan membantu pengawalan terhadap KM ALFATIHAH beserta muatan untuk dibawa menuju Dermaga Dumai.

Kapal KM ALFATIHAH sampai di pelabuhan Pokala Dumai dan diserahterimakan kepada penyidik Bea Cukai Dumai, Jumat (05/09/25) sekitar pukul 03.30 WIB

Kemudian atas serah terima tersebut dilakukan pembongkaran serta pencacahan. Berdasarkan perhitungan dari pencacahan didapati kurang lebih 2.500 bags berisikan bawang merah. Setelah itu dilakukan penyimpanan barang hasil penindakan dan pemeriksaan tersangka di Bea Cukai Dumai.

" Setelah dilakukan pemeriksaan ditetapkan 3 orang tersangka berinisial IZ, Al dan S. Ketiga tersangka telah dilakukan penitipan tahanan di Rutan Kelas II B Dumai," ujar Humas BC Dumai, Dedi Husni melalui rilis yang dikirimnya ke redaksi Kupas Media Grup.(*)
Penulis
: Faisal Sikumbang
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html