Selama Pandemi Covid-19, Kawin Kontrak Turun Drastis di Bogor

Administrator Administrator
Selama Pandemi Covid-19, Kawin Kontrak Turun Drastis di Bogor
Ilustrasi

Pandemi Covid 19 tidak hanya membatasi pergerakan manusia. Namun virus itu ternyata juga berhasil menekan angka kawin kontrak di Bogor yang sebelumnya lumayan marak. Situasi kawin kontrak yang sepi akibat pandemi dimanfaatkan Pemkab Bogor untuk melahirkan Perda larangan kawin kontrak.

BUPATI Bogor, Ade Yasin mengakui sudah sepinya praktik kawin kontrak pasca pandemi. Para pelakunya rata-rata sudah kembali ke negaranya asalnya akibat pandemi COVID-19. Situasi itu akan dimanfaatkan untuk melahirkan Perda guna mengantisipasi pelaku kawin kontrak kembali lagi usai pandemi.

" Di masa pandemi semua wisatawan (pelaku kawin kontrak) pulang, untungnya sekarang sepi. Nah ketika pandemi sudah berakhir misalnya jadi endemi, khawatir mereka datang lagi dan melaksanakan itu. Tapi kita sudah payungi dengan perda. Supaya tidak ada lagi praktik kawin kontrak ketika situasi sudah normal," ucapnya.

Dikatakannya, saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor sedang menyusun Peraturan Daerah (Perda) terkait larangan kawin kontrak. Rancangan Perda tersebut akan diajukan ke DPRD Kabupaten Bogor tahun ini.

" Kalau pengajuan (Perda larangan kawin kontrak) mungkin, kalau proses jadinya kan tergantung mekanisme," kata Bupati Bogor Ade Yasin kepada wartawan, Jumat (18/3/2022).

Penyusunan perda larangan kawin kontrak tersebut masih dilakukan. Pemkab Bogor menggandeng akademisi untuk menyusunnya.

" Sedang kita bahas juga dengan salah satu universitas di Jawa Barat. Setelah itu nanti dimatangkan dan kita ajukan ke Dewan. Dewan dibahas, baru nanti selesai," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor mendesak pemerintah setempat membuat aturan larangan kawin kontrak. Bupati Bogor Ade Yasin langsung merespon dengan mulai menyusun langkah membuat Perda larangan kawin kontrak.

" Kemarin hasil dari Ijtima Ulama sudah saya diskusikan dengan tim hukum saya. Nanti kita butuh persiapan-persiapan untuk kajian dan penelitian ke lapangan," kata Bupati Bogor Ade Yasin.**

Penulis
: Faisal Sikumbang
Sumber
: detik.com
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html