Ngeri, OTK Teror Mau Cabut Kepala Pimpinan Balai Tesso Nilo

Administrator Administrator
Ngeri, OTK Teror Mau Cabut Kepala Pimpinan Balai Tesso Nilo
Foto:SabangMerauke.Com
Aksi teror dilakukan oleh OTK terhadap Kepala Balai Kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). Teror itu diduga erat kaitannya dengan penangkapan yang dilakukan terhadap 9 orang kawanan pelaku perambahan hutan.

TIM Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) belum lama ini menangkap 9 orang pelaku perambahan hutan yang akan dirubah menjadi kawasan perkebunan. Padahal kawadan itu merupakan "rumah" bagi kawanan gajah sumatera dan satwa dilindungi lainnya.

Saat ditangkap, para pelaku justru menunjukkan surat keterangan tanah (SKT) sebagai bukti kepemilikan. Penangkapan itu akhirnya mengungkap dugaan adanya keterlibatan Kepala Desa (Kades) Air Hitam di Pelalawan dalam penerbitan Surat Keterangan Tanah (SKT) di dalam kawasan TNTN.

Kepala Balai TNTN, Heru Sutmantoro mengungkapkan bahwa SKT yang sudah diterbitkan kades itu angkanya sangat fantastis.

"(Kepala Desa) itu sempat mengaku sudah 1.500 SKT yang diterbitkan dalam kawasan Taman Nasional. Satu SKT itu luasnya ada yang 2 hektar. Tapi enggak tahu juga apakah ada yang lebih. Kami tidak tahu juga apakah SKT itu diperjualbelikan. Yang jelas penerbitan surat tanah di dalam kawasan hutan lindung menyalahi aturan," ungkap Heru dikutip dari kompas.com, Rabu (28/09/22).

Heru kemudian mengirimkan surat untuk meminta menghentikan dan mencabut kembali SKT tersebut. Namun, setelah surat itu dikirim, Heru malah mendapat ancaman dari sekelompok orang.

Massa yang tidak dikenal itu mencoret dinding kantor seksi pengelola wilayah (SPW) 1 Balai TNTN. Dinding kantor itu ditulis dengan kalimat ancaman, yakni "kepala balai cabut laporanmu, atau kepalamu kami cabut".

Sementara Heru menyebutkan bahwa saat ini total luas TNTN 81.000 hektar. Namun, 40.000 hektar sudah menjadi perkebunan kelapa sawit.

" Sisanya itu yang mesti kita selamatkan dari pelaku perambahan hutan. Meski ada tekanan-tekanan, tetapi kami akan terus maksimal melakukan pencegahan dengan patroli di dalam hutan setiap hari," tegas Heru.**
Penulis
: Faisal Sikumbang
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html