Di tengah deretan tanki timbun industri dan pipa minyak yang mengular, masih ada masyarakat hidup dengan kondisi memprihatinkan. Tiga adik beradik di Kota Dumai harus saling bergantian baju seragam untuk sekolah. Ini bukan hanya masalah kealpaan terhadap perhatian, namun juga sekaligus menjadi "tamparan" bagi para pengambil kebijakan. Komitmen peningkatan SDM sebagai skala prioritas patut kembali dipertanyakan.
POTRET Suram kemiskinan dan persoalan kemanusiaan di Kota Dumai itu justru pertama kali diketahui dan menjadi perhatian khusus dari DPP Partai Gerindra di Jakarta. Tidak menunggu lama, instruksi dalam bentuk "perintah" langsung turun ke jajaran di bawah.
Ketua DPC Gerindra Dumai, H Johannes MP Tetelepta mengaku sempat "kehilangan muka". Keprihatinan masyarakat Dumai yang justru diketahui dari DPP di Jakarta membuat dirinya tersentak.
" Ini menjadi koreksi sekaligus introspeksi bagi kami agar lebih peduli. Kenapa bisa ada persoalan serius di tengah masyarakat, tapi kami tidak tahu. Ini menjadi "tamparan" bagi kita semua yang ada di Dumai," tegas H Johannes MP Tetelepta, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Dumai ini kepada Kupas Media Grup, Sabtu (07/02/26) tadi sore.
Disampaikan Johannes MP Tetelepta yang akrab disama dengan panggilan Achi, begitu mendapat perintah dari DPP, saat itu juga bersama pengurus DPC Gerindra Dumai mereka mendatangi kediaman keluarga kurang mampu yang tinggal di Jalan Muslim Gang Damai Kelurahan Jaya Mukti Kecamatan Dumai Timur Kota Dumai tersebut.
Achi berharap, kedepannya hal-hal seperti itu tidak terulang kembali. Untuk itu penting ditingkatkan perhatian dan rasa kepedulian terhadap sesama. Selain pemerintah, perhatian dari warga sekitar sangat dibutuhkan juga. Kalaupun mungkin tidak dalam bentuk memberikan bantuan, minimal melaporkan kepada pihak pemerintahan.
" Ini pelajaran berharga bagi kita. Kita semua harus hadir dan lebih peduli. Bukan hanya pemerintah, namun juga warga yang memiliki kemampuan lebih tentunya. Dalam kehidupan ini kita dituntut agar bisa membantu sesama. Bukankah sebaik-baik manusia adalah yang bisa memberikan manfaat untuk manusia lainnya," ujar Achi sambil mengutip potongan hadist nabi yang diriwayatkan HR Ahmad, Thabrani, Daruquthni.
Kedatangan Pengurus DPC Partai Gerindra ke kediaman keluarga Ibu Heni, warga kurang mampu di Jaya Mukti tersebut, menjadi angin segar yang menyejukkan. Mereka tidak hanya memenuhi kebutuhan pendidikan Azka dan dua orang adiknya, namun juga memikirkan kelangsungan hidup keluarga miskin itu untuk kedepannya.
" Keluarga itu sangat pantas untuk dibantu. Dengan kondisi suami yang sakit, Buk Heni harus bekerja serabutan menghidupi keluarganya dengan penghasilan kurang lebih 30 ribu rupiah sehari. Dengan segala keterbatasan, dia juga harus menyekolahkan anak-anaknya. Azka dan dua orang adiknya harus bergantian memakai baju seragam sekolah," jelas Achi memaparkan kondisi keluarga tersebut.
Disampaikan Achi, DPC Partai Gerindra Dumai memutuskan untuk menyelesaikan seluruh kebutuhan pendidikan anak-anak tersebut. Selain itu dalam waktu dekat juga akan diserahkan bantuan agar keluarga tersebut bisa mendapat tambahan pendapatan.
" Bentuk bantuannya bisa modal usaha atau lainnya. Intinya, kami ingin memastikan keluarga ini bisa punya kehidupan yang lebih baik kedepannya. InsyaAllah bisa diserahkan dalam waktu dekat ini," ungkap H Johannes MP Tetelepta.
Terakhir, H Johannes MP Tetelepta menegaskan Partai Gerindra akan selalu hadir di tengah-tengah masyarakat sesuai arahan Ketua DPD Partai Gerindra Riau, Muhammad Rahul dan instruksi dari Presiden RI, Prabowo Subianto.
" Gerindra hadir untuk rakyat, dan akan selalu bersama rakyat," tutup H Johannes MP Tetelepta.(*)
Penulis
: Faisal Sikumbang