Kawasan Pelindo Dumai Kategori Zona Merah, Aktivis Lingkungan Gandeng Gakkum DLH

Administrator Administrator
Kawasan Pelindo Dumai Kategori Zona Merah, Aktivis Lingkungan Gandeng Gakkum DLH
Datok Muhammad Darwis

Seminar lembaga lingkungan yang dilaksanakan belum lama ini di Pekanbaru mengungkap fakta cukup mengejutkan. Area Pelindo Dumai dengan sedikitnya 30 perusahaan yang beroperasi di kawasan itu terindikasi masuk kategori zona merah. Tidak hanya itu, dampak buruk kualitas udara di kawasan Pelindo dikatakan juga sebagai penyebab gagalnya Kota Dumai kembali meraih Adipura.

AKTIVIS Lingkungan yang juga Ketua Pecinta Alam Bahari Kota Dumai, Datuk Mohamad Darwis kepada media mengungkapkan 30 perusahaan yang beroperasi di kawasan PT Pelindo Regional Cabang Dumai terindikasi kuat masuk dalam kategori zona merah. Perusahaan yang masuk zona merah dikategorikan berbahaya bagi manusia maupun lingkungan.

" Dari seminar bersama Dinas Lingkungan Hidup Propinsi dan Lingkungan Hidup Dumai diketahui jika perusahaan di area Pelindo masuk kategori zona merah. Kecuali PT KPI. Dan ini berbahaya bagi lingkungan," ungkap Darwis dikutip dari riaugreen.com, Rabu (24/09/25).

Dikatakan Darwis, hal ini terungkap saat dirinya dan lembaga lingkungan lain se Riau mengikuti seminar beberapa bulan lalu di Pekanbaru. Dalam seminar tersebut dipaparkan kondisi kinerja sejumlah perusahaan yang beroperasi di kota Dumai. Hasilnya, 30 perusahaan yang berada di area operasi PT Pelindo Dumai terbukti masuk zona merah.

" Akibat dari rendahnya kinerja perusahaan di area Pelindo, masyarakat dan lingkungan secara otomatis akan merasakan langsung dampaknya. Pelindo harus tanggungjawab, jangan abaikan masyarakat," tegas Darwis.

Lebih lanjut ditegaskan Darwis, pihaknya akan mendesak Dinas Lingkungan Hidup baik kota maupun propinsi untuk mengkaji ulang Amdal seluruh perusahaan di area PT Pelindo.

" Kita akan gandeng aparat dan Gakkum lingkungan hidup untuk mengkaji ulang seluruh amdal perusahaan," jelasnya.

Pencopotan GM Pelindo Terus Disuarakan

Pada sisi lain, Direktur Lembaga Penelitian Pengkajian dan Pemberdayaan Lingkungan Hidup Kota Dumai, Fatahudin menyerukan pencopotan GM Pelindo yang dinilai telah mengabaikan kesehatan masyarakat dan lingkungan.

Menurut Fatahudin, pihaknya telah menyurati dan berkordinasi dengan organisasi lingkungan lain meminta GM Pelindo di copot. Dalam minggu ini, Fatahudin juga mengaku akan melayangkan surat ke WALHI (Wahana Lingkungan Hidup) Riau.

" Alhamdulilah mereka mendukung. Dan siap bersama sama melakukan somasi terhadap GM Pelindo," ungkapnya.(*)

Penulis
: Faisal Sikumbang
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html