Masyarakat Hukum Adat Dumai meminta Walikota dan DPRD agar membersihkan segala bentuk praktek kemaksiatan. Salah satunya Gelanggang Permainan (Gelper) yang terindikasi berubah fungsi menjadi arena judi. Jika hal itu tidak dilakukan, Masyarakat Hukum Adat Dumai bakal turun ke jalan menggelar aksi demonstrasi, Sabtu (04/03/23) lusa pukul 14.00 WIB.
MASYARAKAT Hukum Adat Dumai melalui surat pemberitahuan nomor: 01/MHAD/DUM/III/2023 kepada Kapolres Dumai menegaskan kehadiran Gelanggang Permainan (Gelper) yang berbau perjudian itu sudah sangat meresahkan. Padahal beberapa waktu lalu sudah sempat berhenti operasi. Namun belakangan tumbuh subur kembali.
“ Sehubungan dengan adanya keresahan sebagian masyarakat Kota Dumai tentang operasional Gelanggang Permainan (Gelper) yang berbau perjudian, maka kami dari Masyarakat Hukum Adat Dumai dengan massa sekitar 100 orang akan melaksanakan aksi penyampaian pendapat di muka umum pada, Sabtu (04/03/23) pukul 14.00 WIB,” demikian bunyi surat pemberitahuan yang dikirimkan kepada Kapolres Dumai tersebut.
Dalam surat itu juga dijelaskan, titik kumpul massa sebelum bergerak yakni di areal kolam renang Taman Ceria Jalan Bukit Datuk Lama Kelurahan Bukit Datuk Kecamatan Dumai Selatan. Adapun yang menjadi target aksi yakni Gelper Good Hunter Zone di Hotel Wisata Jalan Merdeka Sukajadi, Gelper Golden Jalan Ombak Kelurahan Rimba Sekampung dan Gelper 21 Zone jalan Budi Kemuliaan Kelurahan Rimba Sekampung.
Koordinator aksi, Ismunandar atau akrab disapa Ngah saat dihubungi KupasBerita.Com mengakui adanya rencana aksi demonstrasi yang bakal dilakukan Masyarakat Hukum Adat Dumai ke sejumlah lokasi Gelanggang Permainan (Gelper) yang ada di Kota Dumai.
“ Surat pemberitahuan segera kita masukkan ke Polres. Jumlah massa sekitar 100 orang dengan target aksi ke titik lokasi Gelper,” ujar Ismunandar yang juga dikenal sebagai aktivis buruh ini.
Disampaikan Ismunandar, kehadiran Gelper telah merusak kehidupan banyak rumah tangga di Kota Dumai. Tidak jarang pasangan suami istri cekcok karena keberadaan Gelper. Ditengah situasi ekonomi yang sulit, Gelper makin membuat mereka menjerit.
“ Kondisi ini tidak boleh dibiarkan. Banyak masyarakat kita yang hancur rumah tangganya akibat Gelper. Ekonomi sulit, tapi karena sudah kecanduan Gelper mereka nekat mempertaruhkan uang yang sedikit. Akhirnya sampai di rumah ribut,” papar Iskandar.
Pada kesempatan itu, Ismunandar juga menegaskan bahwa aksi yang dilakukan Masyarakat Hukum Adat Dumai sekaligus dalam rangka membantu Walikota Dumai, H Paisal, SKM, MARS dalam menunaikan janji-janji politik yang pernah disampaikannya.
“ Saat kampanye dulu, beliau (walikota,red) berjanji akan menghapuskan judi tembak-tembak ikan. Namun hingga kini belum direalisasikan. Kita turun ke jalan untuk membantu walikota menunaikan janji politiknya,” jelas Ismunandar.
Pada kesempatan itu, Ismunandar juga membeberkan sejumlah poin tuntutan yang akan disampaikan nantinya saat aksi demonstrasi. Diantaranya, meminta pemerintah kota untuk meninjau ulang perizinan yang diberikan kepada pengelola Gelper di Dumai. Jika terbukti ada indikasi judi, pemerintah diminta untuk segera mencabut izin Gelper tersebut.
“ Kita minta Walikota dan DPRD Kota Dumai agar memberikan perhatian khusus terhadap aktifitas Gelper yang terindikasi berubah fungsi menjadi arena judi. Tinjau izin mereka, kapan perlu cabut izinnya. Kita juga berharap Gelper ini bisa menjadi atensi Kapolres Dumai,” harap Ismunandar.
Sementara salah seorang pengelola Gelper di Dumai membantah adanya aktifitas perjudian sebagaimana yang dituduhkan. Menurutnya, pengelola Gelper tidak membenarkan lagi adanya penukaran koin menang dengan uang. Sebagai gantinya, disediakan hadiah dalam bentuk rokok.
" Tidak ada lagi hadiah dalam bentuk uang. Bagi yang menang, koin mereka kita ganti dengan rokok. Hal ini seperti permainan yang ada di mall-mall. Dimana kertas yang dikumpulkan pemain bisa diganti dengan boneka, jam dinding atau hadiah lainnya," ujar salah seorang pengelola Gelper di Dumai.
Pihak pengelola juga menjelaskan tidak adanya penukaran hadiah dengan uang tunai itu guna menghindari persepsi negatif di masyarakat yang selama ini mengidentikkan Gelper dengan perjudian.
" Boleh disaksikan langsung. Penukaran koin hadiah akan diberikan dalam bentuk rokok. Kita tidak membenarkan hadiah ditukar dengan uang," ujarnya kembali menegaskan.(***)