Polresta Tangkap 12 Anggota Geng Motor, Kerap Menuai Teror dan Pembegalan

Administrator Administrator
Polresta Tangkap 12 Anggota Geng Motor, Kerap Menuai Teror dan Pembegalan

Tim satuan reserse kriminal Polresta Pekanbaru 12 orang anggota geng motor. Mereka terlibat dalam aksi pembegalan hingga kejahatan lainnya.

DIKATAKAN Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol DR Pria Budi, kawanan geng motor yang kerap menuai teror terhadap masyarakat, mulai dari aksi pembegalan hingga penganiayaan berjumlah 23 orang yang mengendarai 11 sepeda motor

"Jadi komplotan ini sebanyak 23 orang menggunakan 12 kendaraan. Ada lagi 11 DPO sudah kami ketahui identitasnya. Dari 11 ini 5 dewasa enam lagi masih anak-anak," kata Kapolresta didampingi Kasat Reskrim Kompol Andrie Setiawan, Jumat (3/2/2023).

Menyedihkannya dari 12 orang yang ditangkap ini, delapan diantaranya masih anak-anak.

"Ada empat orang dewasa berinisial MD (22), WE (21), FD (18) dan DS (18). Untuk pelaku di bawah umur ada 8 orang, yaitu HA (17), IS (16), HF (16), FS (17), F (16), RT (15), D (17) dan YS (16)," ujar Kapolresta Pekanbaru.

Pria Budi menjelaskan, ke 12 orang pelaku itu beraksi pada 29 Januari 2023 lalu. Mereka sudah beraksi pada tiga lokasi di Pekanbaru.

Pria Budi menjelaskan komplotan begal itu awalnya berkumpul di Jalan Arjuna, Kecamatan Payung Sekaki, sekitar pukul 23.00 WIB. Lalu mereka menuju ke Jalan Tuah Karya, Kubang Kabupaten Kampar. Di sana, para begal melihat sepasang muda mudi yang sedang mengendarai sepeda motor.

Para pelaku begal langsung melakukan penyerangan secara membabi buta. Bahkan, mereka juga merampas motor hingga hanphone milik korban.

"Beruntung pada saat itu korban dibantu oleh petugas ronda yang melihat pencurian dengan kekerasan yang dilakukan para pelaku," jelasnya.

Setelah itu, para pelaku kembali bergerak ke Jalan SM Amin dan Jalan Baung yang berada di belakang Mall Living Word Pekanbaru.

Pada dua lokasi itu para begal juga melakukan aksi penyerangan brutal dan merampas hanphone beserta sepeda motor korbannya.

Budi menyebut motif mereka untuk mencari uang. Ada juga yang hanya ikut-ikutan. Sejauh ini, polisi mengamankan hasil rampasan para begal yang masih anak-anak itu.

Budi meminta peran orang tua dan lingkungan masyarakat Kota Pekanbaru untuk saling memperhatikan anak-anak masing-masing. Dia sangat menyayangkan anak remaja justru terjerat tindak pidana hanya karena ikut-ikutan.

"Kami minta semua pihak terutama orang tua bisa memantau anak-anaknya. Pihak sekolah juga bisa membantu. Peran orang tua, sekolah, lingkungan masyarakat harus aktif membina anak-anaknya agar tidak melakukan perbuatan pidana seperti ini," katanya lagi.(*)

Penulis
: ridha
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html