Gawat, Jaringan Narkoba Internasional Bermarkas di Pulau Rupat

Administrator Administrator
Gawat, Jaringan Narkoba Internasional Bermarkas di Pulau Rupat
Peta Pulau Rupat

Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau menjadi salah satu pintu masuk narkoba ke Indonesia. Dalam beberapa kali pengungkapan kasus yang dilakukan aparat keamanan, sebagian besar narkoba berasal dari Pulau Rupat. Tidak dapat dipungkiri, sebagai wilayah yang berhadapan langsung dengan Selat Malaka dan Port Dickson di Malaysia, Rupat dan termasuk Dumai rawan jadi perlintasan sindikat internasional.

PEREDARAN Narkoba yang masuk melalui Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis sudah sangat memprihatinkan. Kendati aparat sudah beberapa kali menggagalkan dan melakukan penangkapan, namun hal itu tidak menyurutkan nyali sindikat narkoba. Buktinya, aktifitas penyelundupan dan peredaran narkoba masih tetap berjalan.

Desas-desus yang menyebutkan Pulau Rupat sebagai surganya mafia narkoba makin sulit terbantahkan. Wilayah yang berhadapan langsung dengan Selat Malaka dan Port Dickson di Malaysia itu makin memudahkan gerak para mafia.

" Seperti yang kita tahu, Pulau Rupat ini menjadi landing spot impor barang-barang ilegal, khususnya narkotika," ujar Kepala Seksi PLI Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai, Gatot Kuncoro kepada detik.com beberapa waktu lalu.

Menurutnya, salah satu persoalan fundamental yang kerap melatari terjadinya tindakan kriminal tersebut terkait persoalan ekonomi yang sulit. Akibat tidak tersedianya lapangan pekerjaan atau sumber penghidupan yang layak, tidak sedikit masyarakat pesisir yang akhirnya terjerumus dan nekat menjadi transporter atau kurir narkoba.

“ Ini tentunya menjadi tantangan tantangan bersama, dan dibutuhkan perhatian serta kerja sama semua pihak untuk mengurai simpul kusut tersebut. Jangan sampai anak-anak muda setempat terjatuh ke dalam lingkaran setan bernama narkotika,” paparnya.

Menurut catatan redaksi, terdapat beberapa kali pengungkapan kasus peredaran narkoba yang berasal dari Pulau Rupat. Diantaranya pada Januari 2022 lalu, TIM F1QR Lanal Dumai berkerjasama dengan Dit Reserse Narkoba Polda Riau mengamankan 1 unit mobil Avanza warna putih Nopol BM 1244 EN dengan pengendara berinisial AS (37 tahun) warga Pangkalan Nyeri Pulau Rupat yang membawa narkoba jenis sabu-sabu yang dikemas dalam bungkusan teh merk China dari Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau di Terminal Penyebrangan Roro Sri Junjungan Dumai.

Pada Maret 2022, Kapal Anis Kembang 4001 dan Kapal Hayabusa 3008 Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Baharkam Polri yang diperbantukan ke Polda Riau juga berhasil menggagalkan peredaran 15 kilogram narkoba jenis sabu-sabu di Pelabuhan Roro Kota Dumai. Pelaku saat itu menumpang Kapal Roro dari Pulau Rupat menuju Dumai.

Pada Bulan April 2022, Tim opsnal Kepolisian Sektor Rupat Polres Bengkalis juga menggrebek sebuah rumah di Desa Sukarjo Mesim Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau. Dari penggrebekan itu, berhasil diringkus empat orang pelaku dan satu di antaranya seorang perempuan.

Kasus terbaru, Ditresnarkoba Polda Riau berhasil mengungkap sindikat internasional yang memasok 19 kilogram sabu-sabu dari Malaysia melalui Pulau Rupat. Komplotan yang dikoordinir oleh Along (21) ini diringkus di Jalan Rupat Kelurahan Tanjung Medang Rupat Utara Kabupaten Bengkalis.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Sunarto didampingi Wadir Resnarkoba AKBP Nandang menyebutkan narkoba jenis sabu-sabu itu dijemput ke Malaysia menggunakan speedboat pribadi milik Along. Bersama Along ikut diamankan JEP (46) dan MUH (20) yang masing-masing berprofesi sebagai nelayan dan pengangguran.

“ Tim Opsnal Subdit I mendapatkan informasi tentang adanya penyelundupan narkoba ke wilayah Rupat Bengkalis. Tim dipimpin Kasubdit I Hotmartua Ambarita SH MH, bersama personel dari Kanwil Bea Cukai Riau serta dari Polres Bengkalis melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan para pelaku,” ungkap Kombes Sunarto.

Menyikapi kondisi Pulau Rupat yang sepertinya sudah dijadikan markas jaringan narkoba internasional, aparat perlu mengambil sikap dan langkah tegas. Seluruh pihak terkait mesti bergandengan tangan guna menyelamatkan generasi kedepan.

Hal itu juga yang mungkin menjadi dasar pemikiran Kapolres Bengkalis AKBP Indra Wijatmiko, SIK untuk membentuk Tim Khusus Satu Atap yang terdiri dari Polri, TNI, Jaksa dan petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) di wilayah Pulau Rupat.

" Dit Narkoba Polda telah mengecek lokasi di wilayah Pulau Rupat untuk dibuat pengawasan satu atap yang terdiri dari Polri TNI, Jaksa serta BNN. Dibangun di Rupat karena Rupat wilayah sumber persinggahannya," ungkap Kapolres, AKBP Indra Wijatmoko.

Sementara Wakil Bupati Bengkalis, H Bagus Santoso mengaku akan mendukung penuh wacana tersebut. Bahkan Pemkab Bengkalis akan mendorong agar BNNK ada kantor di Bengkalis.

“ Memang BNNK merupakan badan yang dikelola langsung oleh presiden. Saat ini kantor BNNK yang mewakili Bengkalis berada di Kota Dumai. Alangkah lebih baik jika kantor BNNK juga di Bengkalis. Mari kita bersama-masa bersinergi sampai lapisan masyarakat untuk menanggulangi peredaran narkoba," ajak H Bagus Santoso.**

Penulis
: Faisal Sikumbang
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html