Dosen Unand Lecehkan 8 Mahasiswi, Rektor: Sudah di Non-Aktifkan

Administrator Administrator
Dosen Unand Lecehkan 8 Mahasiswi, Rektor: Sudah di Non-Aktifkan
Dosen Fakultas Ilmu Budaya Unand yan diduga telah melecehkan 8 mahasiswinya.

Dosen di Fakltas Ilmu Budaya (FIB) Universita Andalas berinisial KC diduga telah melakukan pelecehan terhadap delapan mahasiswi yang masuk dalam bimbinannya, bahkan satu diantaranya telah diperkosa.

REKTOR Unand Yuliandri mengatakan telah menonaktifkan dosen tersebut sejak dua bulan lalu. “Kasus ini sebetulnya terjadi dua bulan lalu. Ketika kami mendapat laporan dari korban. Saat itu kami langsung menonaktifkan oknum dosen itu mengajar sementara sejak dua bulan lalu,” ujar Yuliandri.

Kasus pelecehan tehadap mahasiswa ini juga telah ditangani Satgas Penanganan dan Pencegahan Kekerasan Seksual (PPKS). Seperti dikatakan Ketua Satgas Rika Susanti hasil investigasi terhadap tujuh korban mengalami pelecehan seksual sedang dan satu orang terindikasi mendapatkan pelecehan seksual berat yang mengakibatkan korban tidak mau datang ke kampus. Modus yang dilakukan pelaku di seputaran kuasa nilai dan sejenisnya.

”Salah satu mahasiswa enggan untuk kembali berkuliah karena diduga pelecehan yang dialami korban sudah menjurus ke arah persetubuhan. Sedangkan korban lainnya dalam kondisi yang baik,” katanya, Jumat (23/12/2022) dikutip dari riaupos.co.

Rika mengungkapkan, sebelum viral di media sosial Satgas PPKS sudah melakukan investigasi sejak bulan Oktober lalu. Instruksi rektor mengupayakan investigasi ini tidak terendus oleh publik. Dari investigasi para korban, Rika mengatakan masing-masing korban mengalami pelecehan dalam rentang waktu yang berbeda.

Ada yang dilakukan tahun 2020, 2021 dan 2022. Dari korban didapati beberapa barang bukti berupa bukti chat mesum dan rekaman suara pelaku yang sengaja direkam oleh korban. Selain itu, dalam wawancara tersebut diketahui sempat terjadi aksi peneroran yang dilakukan kepada Tim Satgas saat melakukan penyelidikan terkait kasus pelecehan tersebut.

Di mana mobil salah satu anggota Satgas pernah dua kali dirusak orang tak dikenal. ”Pengerusakan dilakukan ke kaca depan dan spion mobil salah satu tim investigasi dan terjadi dua kali di awal-awal proses penyelidikan dan investigasi,” ucapnya.(*)

Penulis
: ridha
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html