Dinas Kesehatan Kota Dumai menggelar pertemuan Audit Maternal Perinatal Surveilans dan Respons (AMPSR) Kota Dumai Triwulan III Tahun 2026. Kegiatan yang menghadirkan para pelaku kesehatan itu dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai, dr Syaiful, MKM, Selasa (13/10/26) di Grand Zuri Hotel Kota Dumai.
PERTEMUAN AMPSR yang dilaksanakan merupakan bagian dari upaya untuk memastikan bahwa setiap kasus kematian ibu dan bayi tidak hanya dicatat dan dibahas, tetapi benar-benar menjadi pembelajaran untuk memperbaiki pelayanan.
" Pada Triwulan I dan II kita telah menghasilkan berbagai rekomendasi yang kemudian ditindaklanjuti melalui Surat Edaran Dinas Kesehatan. Namun dari hasil pemantauan, pelaksanaan rekomendasi tersebut baru sekitar 50 persen. Artinya, masih ada pekerjaan yang harus kita selesaikan bersama," ujar Kadiskes Dumai, dr Syaiful dalam kata sambutannya, Selasa (13/10/26).
Lebih lanjut disampaikan dr Syaiful, pada Triwulan III ini akan dilakukan telaah terhadap 4 kasus kematian maternal dan 7 kasus kematian perinatal. Pembahasan yang dilakukan diharap bisa melihat kasus secara menyeluruh, mulai dari pelayanan awal, proses rujukan sampai pelayanan di Rumah Sakit.
Khusus kepada para Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi serta Dokter Spesialis Anak yang hadir dari Rumah Sakit, dr Syaiful juga berharap pengkajian kasus kedepannya tidak hanya dilakukan pada saat AMPSR tingkat Kota.
Setiap terjadi kasus kematian di Rumah Sakit, segera dilakukan pembahasan di tingkat Rumah Sakit bersama tim yang ada. Apabila pasien sebelumnya mendapatkan pelayanan di Puskesmas, klinik, praktik mandiri bidan atau fasilitas kesehatan lainnya, maka fasilitas tersebut juga perlu dilibatkan dalam pembahasan.
" Tujuannya bukan untuk mencari kesalahan atau menyalahkan pihak tertentu, tetapi untuk melihat rangkaian pelayanan secara utuh, menemukan apa yang masih kurang, dan menentukan apa yang harus diperbaiki agar kasus yang sama tidak terulang kembali," papar dr Syaiful.
Pada kesempatan itu, dr Syaiful juga menguraikan Target Nasional Angka Kematian Ibu (AKI) yakni 189/100.000 KH, dan Angka Kematian Bayi (AKB) 16.85/1000 KH.
Sedangkan pencapaian Kota Dumai untuk AKI pada tahun 2024 yakni 101,49/100.000 KH, Tahun 2025 sebanyak 51.44/100.000 KH dan Tahun 2026 sebesar 147,52 /100.000 KH.
Sementara untuk AKB pada tahun 2024 sebesar 8.91/1000 KH, Tahun 2025 yakni 12.35/1000 KH dan Tahun 2026 sebanyak 12.91/1000 KH.
Kemudian Kematian Ibu Tahun 2024 sebanyak 9 orang, Tahun 2025 yakni 4 orang
Tahun 2026 adalah 8 orang. Untuk bayi pada 2024 sebanyak 79 bayi, tahun 2025 yakni 96 bayi dan tahun 2026 adalah 70 bayi.
dr Syaiful berharap Tim AMPSR di setiap Rumah Sakit diharapkan bisa benar-benar berfungsi, bukan hanya terbentuk secara administratif. Setiap kasus harus menghasilkan pembelajaran dan tindak lanjut yang nyata.
" Saya berharap pertemuan hari ini dapat menghasilkan rekomendasi yang jelas, dapat dilaksanakan, serta memiliki penanggung jawab dan target waktu yang jelas. Apa yang kita bahas hari ini harus menjadi dasar untuk memperbaiki pelayanan di fasilitas masing-masing," harap dr Syaiful, MKM.
Terakhir dr Syaiful menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh narasumber, pengkaji, Rumah Sakit, Puskesmas, organisasi profesi dan seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan AMPSR ini.
Adapun narasumber yang dihadirkan terdiri dari Ahli Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Mofrilindo, Sp.OG. kemudian Ahli Dokter Spesialis Anak, dr. Inggrit Anggraini, Sp.A., M.Biomed dan Pengkaji Eksternal Maternal dr. Jhon Madi, Sp.OG dan Perinatal dr. Rizalya Dewi, Sp.A yang hadir secara daring.
Kegiatan yang dilaksanakan juga diikuti Kepala Bidang di Lingkungan Dinas Kesehatan Kota Dumai, Para Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi serta Dokter Spesialis Anak dari Rumah Sakit se-Kota Dumai, Para Kepala Puskesmas se-Kota Dumai, Tim Pengkaji Internal AMPSR Kota Dumai, Ketua IDI dan Ketua IBI Cabang Dumai, Para Kepala Ruangan Kebidanan dan Perinatal Rumah Sakit yang mengikuti secara daring, serta Para Bidan Koordinator, TPMB dan jejaring.(inf)
Penulis
: Faisal Sikumbang