Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Riau meninjau langsung proyek Jalan Soekarno-Hatta yang didanai APBD Dumai TA 2026 dan dikerjakan PT Cakrawala Monica Abadi. Peninjauan ke lapangan itu langsung didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Dumai, Riau Satrya Alamsyah bersama Kepala Bidang Bina Marga, Idriansyah, Kamis (15/10/26).
ROMBONGAN BPJN Provinsi Riau diwakili Kepala Satuan Kerja PJN, Amjah Jayasaputra beserta sejumlah staff. Selain itu juga tampak turun ke lapangan Nicholas, selaku pimpinan PT Cakrawala Monica Abadi.
Peninjauan yang dilakukan bertujuan untuk melihat pelaksanaan Peningkatan Jalan Soekarno Hatta dari dekat guna memastikan pekerjaan berjalan sesuai dengan rencana, spesifikasi teknis, serta standar mutu yang telah ditetapkan.
" Pastinya BPJN ingin memastikan pekerjaan yang dilaksanakan wajib sesuai dengan perencanaan, spek dan standar mutu," ungkap Kadis PU Dumai yang akrab disapa Rio ini.
Menurut Rio, dari hasil turun ke lapangan itu ada beberapa saran serta masukan yang diberikan oleh pihak BPJN. Hal itu menjadi catatan penting bagi pihak rekanan pelaksana kegiatan.
" Ada sejumlah saran dan masukan, intinya bagaimana pekerjaan bisa dilaksanakan sesuai spek dan dengan kualitas baik," ujar Rio.
Proyek Jalan Soekarno-Hatta sepanjang 1,390 kilometer itu sebelumnya juga sempat mendapat perhatian Komisi III DPRD Dumai dan dibawa ke forum Rapat Dengar Pendapat (RDP). Selama pertemuan, sejumlah persoalan menjadi topik pembahasan, Rabu (07/10/26) mulai pukul 09.30 WIB.
RapatDengar Pendapat dipimpin Ketua Komisi III DPRD Dumai, H Hasrizal didampingi Ketua DPRD, Agus Miswandi dan Wakil Ketua DPRD, H Johannes MP Tetelepta.
Selain itu juga tampak hadir Anggota Komisi III DPRD Dumai, yakni Luhut Harianja (PDIP), Rendi Firdaus (Golkar), Ismun (Golkar), Khairunnas (PKB), M Ibrahim (PKS), Antonius Nainggolan (Perindo) dan Yohannes Orlando Panjaitan (PDIP).
Sementara dari Pemko Dumai hadir Kadis PU, Riau Satrya Alamsyah didampingi Kabid Bina Marga, Yomi Idriansyah serta Nicholas selaku Pimpinan PT Cakrawala Monica Abadi dan Ketua Prodi Teknik Sipil ITB Riau Pesisir Kota Dumai.
Selama pertemuan, banyak persoalan yang mengemuka dan menjadi topik pembahasan. Termasuk menyangkut kualitas pekerjaan serta pengawasan agar proyek yang dananya bersumber dari APBD Dumai TA 2026 itu benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
" Proyek pembangunan ini menggunakan uang rakyat. Tidak boleh dikerjakan dengan asal-asalan. Kita akan minta pihak terkait dan kontraktor pelaksana untuk menjelaskan dalam forum RDP yang kita gelar pagi ini," ujar Ketua Komisi III, H Hasrizal dalam Forum RDP, Rabu (07/10/28).
Menyangkut adanya keretakan di sejumlah titik yang ditemukan saat agenda Turlap DPRD Dumai belum lama ini, Kadis PU Dumai Riau Satrya Alamsyah memaparkan pihaknya sudah melakukan pendataan dan disesuaikan spesifikasi di Bina Marga yakni retak ringan, retak sedang, dan retak berat.
" Jika terjadi retak berat, itu dilakukan pembongkaran atau melalui penyuntikan. Segala sesuatunya nanti kami diskusikan dengan tenaga ahli atau akademisi. Kalau memang wajib bongkar, tentu mesti dilakukan. Kita baru bayar uang muka, dan progres pekerjaan sekarang sudah 75 persen," jelas Kadis PU Dumai, Riau Satrya Alamsyah.
Pernyataan itu juga diperkuat oleh Kabid Bina Marga PU Dumai, Yomi Idriansyah yang menegaskan pihaknya mengacu pada hasil uji lab untuk memastikan kualitas pekerjaan.
" Pengujian tidak dilakukan pada satu lab saja, tapi beberapa sebagai pembanding. Itu dilakukan untuk memastikan hasil dan kualitas yang baik," ujar Yomi Idriansyah.
Pimpinan PT Cakrawala Monica Abadi, Nicholas selaku rekanan pelaksana proyek pada kesempatan itu menyampaikan rasa terimakasih atas sejumlah saran serta masukan selama RDP berlangsung. Pihaknya berkomitmen untuk menyelesaikan pekerjaan dengan baik.
" Terimakasih atas sejumlah saran maupun pandangan yang bisa menjadi masukan berharga bagi kami untuk kedepannya. Memang ada beberapa kendala, tapi kami sudah lakukan penanganan serta berkoordinasi dengan BPJN maupun Dinas PU Dumai untuk menjamin jalan bisa berfungsi dengan baik," ujar Nicholas.(inf)
Penulis
: Faisal Sikumbang