Dinkes Dumai Gelar Kegiatan Skrining Kontak TBC di Purnama

Administrator Administrator
Dinkes Dumai Gelar Kegiatan Skrining Kontak TBC di Purnama
Dinas Kesehatan Kota Dumai melaksanakan kegiatan skrining tuberkulosis (TBC) terintegrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Jalan Daeng Tuagek Kelurahan Purnama.
Dinas Kesehatan Kota Dumai melaksanakan kegiatan skrining tuberkulosis (TBC) terintegrasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Jalan Daeng Tuagek Kelurahan Purnama. Kegiatan ini merupakan program pemerintah melalui Kementerian Kesehatan yang menggabungkan pelacakan serta pemeriksaan TBC ke dalam program CKG, Rabu (09/09/26).

WAKIL Supervisor Tuberkulosis Dinkes Dumai, Nadila Nusirwan menjelaskan program yang dilaksanakan bertujuan untuk mendeteksi dini dengan menemukan kasus TBC dan faktor risiko penyakit lebih cepat pada masyarakat.

Selain itu untuk melakukan pelacakan kontak dengan menelusuri orang-orang yang tinggal serumah atau sering berinteraksi dengan pasien TBC. Hal itu bertujuan untuk memutus rantai penularan dengan menghentikan penyebaran TBC di lingkungan sekitar dan tempat kerja.

" Melalui kegiatan skrining TBC yang dilaksanakan, diharapkan masyarakat dapat lebih sadar pentingnya deteksi dini TBC agar penularan dapat dicegah dan angka kesembuhan meningkat," ujar Nadila Nusirwan.

Menurutnya, penyakit Tuberkulosis masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Kota Dumai. Untuk mempercepat eliminasi TBC, salah satu langkah penting yang dilakukan adalah skrining TBC. Yakni pemeriksaan untuk mendeteksi kasus TBC sedini mungkin, termasuk pada orang yang belum menunjukkan gejala.

Lebih lanjut disampaikan Nadila Nusirwan, TBC juga sangat perlu di lakukan tracing atau yang sering disebut dengan istilah investigasi kontak.

Tujuan dari tracing ini adalah mencegah terlambatnya penemuan kasus, dan jika dalam tracing di temukan tanda dan gejala bisa dapat ditangani lebih awal dengan tepat.

Jika pada tracing ini terdapat anak-anak, biasanya mesti di berikan obat pencegahan dan sangat diperlukan untuk segera konsultasi dengan dokter spesialis anak setelah anggota keluarga atau orang terdekat terdiagnosis TBC.

Selain itu investigasi kontak ini juga dapat memutus rantai penularan TBC, sehingga ketika pasien selesai di obati dapat menghindari terjadinya penularan kembali TBC di lingkungan keluarga.

" Hal ini di lakukan bukan untuk mengintimidasi atau mengucilkan pasien TBC, namun dapat menjadi kewaspadaan bersama untuk kita terus menjaga dan meningkatkan pola hidup bersih dan sehat,” ujar Nadila Nusirwan.

Kegiatan yang dilaksanakan juga disertai pemeriksaan kesehatan seperti gula darah, tensi dan mata. Pemeriksaan lainnya seperti Iva test bagi wanita yang sudah menikah juga dilakukan guna pendeteksian awal penyebab kanker mulut rahim yang kini sudah menduduki posisi ke 2 paling mematikan bagi wanita.

Pemeriksaan lainnya termasuk penimbangan berat badan, lingkar pinggang dan tinggi badan. Dan untuk pemeriksaan TBC sendiri, disampaikan Nusirwan juga dilakukan pengambilan dahak dan rontgen bagi yang bergejala.

“ Alhamdulilah kegiatan ini mendapatkan respon yang sangat baik dari masyarakat. Pada kegiatan ini dihadiri oleh 100 orang yang melakukan pemeriksaan kesehatan dan 63 orang yang di ambil sampel dahaknya serta dirujuk untuk dilakukan tes. Sebanyak 3 orang yang di rujuk untuk dites rontgen,” tutup Nadila Nusirwan.(inf)
Penulis
: Faisal Sikumbang
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html