Dinas Kesehatan Dumai Buktikan Pemerintah Kota Idaman Peduli Kesehatan

Administrator Administrator
Dinas Kesehatan Dumai Buktikan Pemerintah Kota Idaman Peduli Kesehatan
Dinas Kesehatan Kota Dumai hadir untuk memberikan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat di Aula Pertemuan Masjid Al Hikmah, Jalan Nelayan Laut, Rabu (09/09/26).
Rabu (09/09/26) pagi. Bukan di Puskesmas yang jauh, bukan di rumah sakit yang megah. Tapi di Aula Pertemuan Masjid Al Hikmah, Jalan Nelayan Laut, Kelurahan Pangkalan Sesai. Dinas Kesehatan Kota Dumai hadir untuk memberikan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat. Inilah potret paling jujur dari pemerintah yang bekerja dengan hati. Pemerintah yang tidak menunggu warga sakit datang, tapi pemerintah yang datang langsung ke jantung pemukiman membawa layanan paling berharga, yakni kesehatan.

KEPALA Dinas Kesehatan Kota Dumai, dr. Syaiful, MKM yang diwakili Santi Zen, SKM menegaskan misi besar dari program yang dilaksanakan yakni mendeteksi dini beragam penyakit yang selama ini menjadi momok dan sering terlambat diketahui, seperti diabetes, hipertensi, obesitas, tuberkulosis (TBC), hingga kanker.

Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dihadirkan Dinkes Dumai ini bukan pemeriksaan biasa. Ini adalah program penyelamat nyawa.

Selama ini, banyak warga pesisir takut periksa karena dua hal. Pertama, takut hasil diagnosisnya buruk. Dan kedua, takut tidak mampu membayar biaya pengobatan.

Di Aula Masjid Al Hikmah itu, Santi Zen mematahkan ketakutan itu dengan kalimat yang sangat menenangkan dan membangun kepercayaan penuh pada pemerintah:

*"Jangan ada masyarakat yang enggan mengikuti CKG karena alasan hasil diagnosis dan biaya yang akan ditanggung untuk pengobatan. Pemerintah sudah menggratiskan dan seluruhnya tanpa dipungut biaya apapun," ujar Santi Zen.

Kalimat itu adalah jaminan negara. Jaminan bahwa di Kota Dumai, sehat adalah hak, bukan barang mewah. Pemerintah hadir untuk menanggung, bukan untuk membebani.

Antusiasme 100 warga Nelayan Laut bukan terjadi begitu saja. Ini adalah buah dari strategi komunikasi pemerintah yang sangat cerdas dan humanis.

Santi Zen menjelaskan, Dinkes Dumai melakukan sosialisasi dan edukasi secara masif, terintegrasi, adaptif dan inovatif melalui media massa, media sosial, dan yang paling penting melibatkan tokoh masyarakat, kader PKBI Cabang Kota Dumai, dan kader layanan setempat.

" Dengan strategi komunikasi yang efektif, tepat sasaran, dan mudah dipahami, kita harapkan mampu mengikis persepsi masyarakat tentang CKG yang semula negatif. Alhamdulillah saat ini masyarakat sudah sangat antusias mengikuti," ujar Santi.

Artinya, Dinkes tidak datang sebagai orang asing. Dinkes datang bersama tokoh yang mereka percaya, di masjid yang mereka cintai, dengan bahasa yang mereka pahami.

Yang membuat citra Dinkes Dumai semakin positif adalah keadilannya. Program CKG ini bukan untuk satu kelompok saja. Santi merinci, sasarannya adalah:

-Bayi usia 2 hari hingga anak 6 tahun (balita dan prasekolah)
- Anak usia 7-17 tahun (usia sekolah dan remaja) setiap tahun ajaran baru
- Dewasa dan Lansia usia 18 tahun ke atas
- Sasaran khusus: ibu hamil, bayi, dan balita sesuai standar pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak.

Dari bayi yang baru lahir 2 hari hingga nenek nelayan yang sudah sepuh, semua dijamin kesehatannya oleh Pemko Dumai. Tidak ada yang tertinggal. Tidak ada yang terlupakan. Dari aula masjid di pemukiman nelayan, Dinkes Dumai mengirim pesan paling simpatik. Pemerintah akan senantiasa hadir untuk menjaga kesehatan masyarakatnya.(inf)
Penulis
: Faisal Sikumbang
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html