KM Jelatik, Banyak Kenangan Menarik

Administrator Administrator
KM Jelatik, Banyak Kenangan Menarik
KM Jelatik, Salah Satu Kapal Motor Legendaris di Riau

Selarik pesan masuk ke WA saya, "Bang, tau sejarah Jelatik?". Agak terkesima saya membaca pesan ini. Sejenak fikiran saya melayang membayangkan, kapal kayu legendaris masyarakat Kepulauan Meranti kampung halaman saya ini.

BANYAK kenangan berserakan disepanjang riak gelombang yang ditimbulkan kipas kapal kayu yang bernama KM Jelatik Express ketika menelusuri Selat Air Hitam serta ceruk, teluk dan tanjung di sekujur Sungai Siak.

Entah sudah berapa nasi bungkus yang dibekali emak saya habis sembari menikmati elusan angin laut dan belaian embun yang dialirkan dari hutan dan rawa yang menghampar di kuala Sungai Siak.

Kapal kayu yang selintas terlihat seperti rumah burung bertingkat-tingkat ini dibuat dari kayu sarat dengan muatan kenangan.

Menurut Aki, sang sahibul hikayat, nama Jelatik atas bahtera kayu tersebut diberikan oleh petugas Syahbandar di Tanjung Samak, yang kalau tak silap beliau bernama Abu Samah.

Kapal motor ini dulunya adalah kapal favorit perantau asal Selatpanjang yang ingin mudik ke kampung halaman. Disebut sebagai kapal legendaris, KM Jelatik tak kalah dalam persaingan bisnis, meski terjadi pasang surut dalam perjalanannya.

Bertahun-tahun, sejak pertama kali diluncurkan sekitar tahun 1986, masyarakat asli Selatpanjang, Kepulauan Meranti, menggunakan KM Jelatik sebagai sarana transportasi, sebelum berkembangnya pelabuhan Tanjung Butun sebagai Hub dan alternatif transportasi darat dari wilayah pesisir dan Kepulauan Riau

Bukan karena KM Jelatik menjadi sarana angkutan satu-satunya, harga tiketnya yang murah menjadikan kapal itu sebagai pilihan bagi banyak orang.

Entah sudah berapa banyak KM Jelatik menghantarkan orang-orang asal Selatpanjang dan sekitarnya menuju pusat peradaban yang bernama Universitas di serata negeri ini, sehingga banyak di antara Diaspora asal Selatpanjang dan sekitarnya menjadi manusia-manusia cerdas dan bermartabat dalam berbagai strata dan medan pengabdian.

Setelah 8 edisi kapal kayu ini dari KM Jelatik Express 1 sd KM Jelatik Express 8, dari tahun ke tahun melayari perairan pesisir timur Provinsi Riau selama nyaris 4 dasawarsa, sampai hari ini KM Jelatik masih mengabdi melayani masyarakat Kepulauan Meranti.

Menghantarkan tidak saja orang maupun barang, tapi juga berperan menjadi pelayan sejarah lalu lintas manusia.

Kendati ketika di saat gelombang digital jauh meninggalkan gelombang tali kipas kapal dan pompong, KM Jelatik tetap setia melayani masyarakat Meranti yang terus bergerak, kendatipun detaknya semakin melemah.

Merespon pesan dari jurnalis muda tsb, saya menjawab; "Kalau sejarah Jelatik, sikit2 taulah..."

"Kami rencana mau menulis feature tentang Jelatik", tukasnya mengimbuhi.

Menarik juga menunggu tulisan Ali Imroen penulis yang rajin mengikuti berbagai event ini.

Yg menyisakan pertanyaan, frase Jelatik secara etimologi ini diambil dari kosa kata apa ya..?

Ketika ditanyakan ke Aki, sang Owner Jelatik dia pun cuma geleng kepala.

Ada yg tau?

Catatan: Irvan Nasir
Pekanbaru, 9 April 2022

Penulis
: Administrator
Editor
: Faisal Sikumbang
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html