Hiburan Malam di Pekanbaru, Mulai LC Seksi Hingga "Kamar Eksekusi"

Administrator Administrator
Hiburan Malam di Pekanbaru, Mulai LC Seksi Hingga "Kamar Eksekusi"
Ilustrasi
Geliat dunia hiburan sepertinya sulit dipisahkan dari kehadiran para wanita malam. Hal ini kerap dijadikan sebagai daya tarik oleh pengelola pub karaoke dan diskotik dalam menjaring tamu. Tidak jarang mereka bersaing dengan mendatangkan wanita-wanita muda dari berbagai daerah di Indonesia.

MALAM Belum terlalu larut. Masih menjelang tengah malam. Parkiran salah satu tempat hiburan malam di kawasan Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru belum terlalu ramai. Baru tampak beberapa unit mobil mewah yang parkir di basement. Petugas security tampak sudah berjaga di pintu menuju arah lift yang akan membawa pengunjung ke tempat hiburan malam.

Mereka menyapa setiap tamu yang datang dengan ramah. Selain memeriksa suhu tubuh, tamu juga diingatkan agar menggunakan masker. Makin lama, tamu yang datang makin ramai. Apalagi Kamis malam jumat, yang dikenal dengan istilah ladies night, banyak perempuan yang datang. Malam itu, khusus perempuan bebas masuk dan tidak dipungut bayaran.

Begitu keluar dari pintu lift, dentuman suara musik langsung terdengar. Petugas receptionis langsung menyambut tamu dan menawarkan kamar karaoke atau pub yang menampilkan Dj. Selain itu mucikari juga langsung beraksi menawarkan Lady Companion (LC) yang terdiri dari wanita-wanita seksi.

Setelah memilih kamar karaoke yang diinginkan, petugas receptionis langsung mengantarkan ke dalam ruangan. Terdapat sejumlah paket minuman yang bisa jadi pilihan. Mulai kisaran harga jutaan hingga belasan juta rupiah. Untuk paket tertentu, tamu mendapat bonus 1 orang LC atau wanita pemandu lagu. Diluar itu, masih bisa memesan LC dengan tarif hitungan perjam.

Biasanya, tidak berapa lama tamu berada di dalam ruangan, rombongan wanita-wanita muda yang dipandu mucikari masuk ke dalam. Wanita-wanita berpenampilan seksi itu dibariskan berjejer. Mereka yang dipilih oleh tamu langsung tinggal di dalam ruangan. Sedangkan sisanya keluar bersama mucikari yang memandu mereka.

Makin malam, suasana makin panas. Apalagi wanita-wanita seksi itu sudah terlatih dalam melayani dan menyenangkan tamu. Tidak hanya bernyanyi dan bergoyang, mereka juga menenggak minuman berakohol dengan kadar diatas 40 persen. Makin mabuk, goyangan mereka juga makin luar.

Tarian erotis dengan pakaian seksi itu tak jarang mengundang hasrat laki-laki yang ada dalam ruangan. Tamu tidak perlu susah payah mencari tempat. Karena di dalam ruangan karaoke terdapat kamar dengan fasilitas tempat tidur. Kamar ini juga dikenal dengan istilah "tempat eksekusi".

" Kalau sudah gak tahan, biasa ceweknya kita ajak ke dalam kamar yang ada di dalam ruangan karaoke. Ruangan itu biasa kita sebut kamar eksekusi," ujar salah seorang pengusaha muda yang datang dari luar Pekanbaru.

Menurut pria parlente ini, seluruh LC yang ada di tempat hiburan malam itu sebagian besar Bispak (Bisa Pakai,red). Semuanya tergantung kesepakatan serta harga. Untuk layanan plus-plus di kamar eksekusi, biasanya antara tamu dan LC negoisasi kembali.

" Diluar cas atau biaya LC yang dibayar melalui mucikari, untuk layanan plus kita nego lagi. Biasanya dikisaran angka satu jutaan. Kalau perempuannya udah mabuk, dan dia juga suka dengan kita, malah bisa gratis," ujarnya sambil tertawa.

Usai melampiaskan birahi di kamar eksekusi, biasanya mereka kembali gabung bernyanyi. Tidak terlihat rasa sungkan dengan teman-temannya yang berada dalam satu ruangan. Paling mereka saling melemparkan senyum antara satu dengan lainnya. Bagi mereka, seks bebas sepertinya sudah menjadi hal yang biasa.

Hiburan malam yang bisa dinikmati tidak cuma sampai disitu. Bosan berada di dalam kamar karaoke, tamu bisa pindah ke pub yang menyediakan hiburan dengan penampilan Dj. Di dalam pub yang berada pada lantai yang sama itu terdengar hentakan house music. Di atas panggung tampak wanita berpakaian seksi meliuk-liukkan badannya. Dentuman musik membuat pengunjung tak berhenti bergoyang. Rata-rata mereka dibawah pengaruh narkoba jenis ekstasi.

" Satu butir inex harganya 600 ribu bang. Kalau mau bisa saya bantu carikan," ujar salah seorang waitres.

Hiburan malam yang mengarah kepada prostitusi terselubung dan penggunaan narkoba itu masih berjalan aman hingga saat ini. Ironinya, lokasi hiburan malam itu berada di jantung Kota Pekanbaru. Seharusnya pemerintah daerah melakukan penertiban dan menindaktegas tempat hiburan malam yang melanggar aturan. Melakukan pembiaran terhadap praktek kemaksiatan adalah sebuah kesalahan.***
Penulis
: Administrator
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html