Sempat Anjlok, Harga TBS Sawit di Riau Naik Lagi

Administrator Administrator
Sempat Anjlok, Harga TBS Sawit di Riau Naik Lagi

Sempat anjlok hingga 50 persen dari harga pekan-pekan sebelumnya, harga tandan buah sawit (TBS) kelapa sawit di Riau kembali memperlihatkan tren positif.

HARGA TBS umur 10 hingga 20 tahun untuk periode 27 April hingga 10 Mei 2022 naik sebesar Rp89,18 per-kilogram. Sehingga harga TBS ini naik menjadi Rp3.919,87 per-kilogramnya.

Kepala DinasPerkebunan Riau Zulfadli dalam rilis yang diterima kupasberita.com, kenaikan harga TBS ini disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal.

Faktor internal disebabkan terjadinya kenaikan harga jual CPO dan kernel dari beberapa perusahaan yang menjadi sumber data.

"Untuk harga jual CPO, PTPN V mengalami kenaikan harga sebesar Rp137,36/kg dari harga minggu lalu, Sinar Mas Group mengalami kenaikkan harga sebesar Rp199,78/kg dari harga minggu lalu, PT Astra Agro mengalami kenaikan sebesar Rp213/kg dari harga minggu lalu, PT Asian Agri mengalami kenaikan sebesar Rp286,89/kg dari harga minggu lalu," katanya.

Sedangkan untuk harga jual kernel, Asian Agri Group melakukan penjualan dengan harga sebesar Rp11.475,00/kg dan Astra Agro menjual dengan harga Rp10.945,95/kg. Sementara dari faktor eksternal, harga minyak sawit mentah crude palm oil (CPO) melonjak setelah rencana pemerintah Indonesia melarang ekspor.

"Pasar minyak nabati dunia memang sedang diterpa berbagai sentimen kurang sedap. Perang antara Rusia-Ukraina telah menghambat rantai pasokan minyak biji bunga matahari. Belum lagi krisis tenaga kerja terjadi di Malaysia karena mereka bergantung pada 80 persentenaga kerja asing untuk memproduksi CPO," ujarnya.

Adanya krisis cuaca juga menyebabkan kekeringan di perkebunan Amerika Selatan sehingga pasokan minyak kedelai juga terhambat.

Rencana larangan ekspor minyak sawit Indonesia pada pekan lalu yang telah mengejutkan pasar minyak nabati global. Indonesia adalah produsen, eksportir dan konsumen utama minyak sawit, menyumbang sekitar 60 persendari total pasokan.

"Kebijakan ini diambil menyusul polemik kelangkaan dan kenaikan harga minyak goreng di pasar yang terindikasi adanya aktivitas mafia," ujarnya.(*)

Penulis
: Ridha
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html