Panitia seleksi Calon Komisaris dan Direksi BUMD PT Pembangunan Dumai telah menyelesaikan tahapan Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK). Berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan, muncul dua nama yang mengisi peringkat pertama. Masing-masingnya, Dr Dede Mirza, SH, MH untuk posisi Calon Komisaris dan Andika Fithrian, ST untuk posisi Calon Direktur. Keputusan ini disampaikan melalui surat Pengumuman nomor: 12/Pansel.BUMD/2025 tertanggal 2 September 2025 yang ditandatangani Sekretaris Daerah Kota Dumai, H Indra Gunawan, SIP, MSi selaku Ketua Panitia Seleksi.
TEKA-TEKI Siapa yang bakal "menakhodai" PT Pembangunan Dumai tampak mulai mengerucut namanya. Dari sejumlah nama calon komisaris dan direksi yang sebelumnya telah lolos seleksi administrasi, kini panitia sudah melakukan perangkingan berdasarkan hasil UKK yang telah dilakukan.
Berdasarkan Berita Acara tentang penetapan hasil penilaian, nama Dr Dede Mirza, SH, MH yang saat ini menjabat sebagai Kabag Hukum di Setdako Dumai berada di rangking pertama untuk calon komisaris.
Menyusul dua nama dibawahnya, yakni Zulkarnain, SH, MH pada posisi rangking kedua, dan Lutfi Hendra Kurniawan, ST, MT pada peringkat ketiga.
Sedangkan untuk calon direktur, nama Andika Fithrian, ST berada di posisi rangking pertama. Kemudian berturut-turut menyusul nama Ahmad Daniyal, ST di peringkat kedua, Yulia Putra, SE peringkat ketiga dan Ismail Kasri, S.Si mengisi peringkat terakhir atau keempat.
Kendati belum bersifat final, namun banyak pihak meyakini posisi Komisaris dan Direktur PT Pembangunan Dumai bakal diduduki kedua nama dengan rangking pertama tersebut. Apalagi sejak jauh hari keduanya juga sudah diprediksi bakal menempati posisi tersebut. Terutama Andika Fithrian atau Dika yang digadang-gadang sejak awal telah mendapat "restu" dari Walikota Dumai.
" Terlepas dari beragam asumsi yang sempat muncul sebelumnya, terutama menyangkut nama Dika yang disebut-sebut sudah mengantongi "restu" walikota, yang pasti posisinya rangking pertama berdasar hasil UKK yang sudah dilakukan. Artinya, dia layak diberikan kesempatan untuk "menyembuhkan" BUMD PT Pembangunan Dumai yang saat ini kondisinya sedang sakit," ujar Adrian Hadi, Rabu (03/09/25).
Sebelumnya kabar lumayan menarik sempat terdengar di tengah proses seleksi Calon Direktur dan Komisaris BUMD PT Pembangunan Dumai. Salah seorang bakal calon direktur, digadang-gadang siap mengucurkan dana segar sebesar Rp 9 Milyar, untuk menjalankan perusahaan semi plat merah tersebut.
Hal ini diungkapkan Afran Arsan, SE yang mengaku sempat ditawarkan untuk menakhodai BUMD PT Pembangunan Dumai dan akhirnya memilih batal mendaftarkan diri dalam seleksi calon direktur yang digelar oleh Pemko Dumai. Keputusan itu diambilnya karena sudah mengetahui siapa direktur yang bakal dipilih nantinya.
" Tidak ada gunanya ikut mendaftar. Siapa nama direkturnya sudah dikantong mereka. Dia (bakal direktur yang dipilih,red) itu dikatakan siap kucurkan dana 9 milyar untuk BUMD PT Pembangunan Dumai. Kita lihat saja nanti, benar dikucurkan atau cuma omon-omon saja," ujar Afran Arsan, SE kepada Kupas Media Grup, Jum'at (22/08/25) lalu.
Lebih lanjut disampaikan Afran Arsan, pihaknya meminta agar proses seleksi dilakukan secara transparan dan tidak ada yang ditutup-tutupi. Salah satunya dengan mengumumkan score per-materi dari masing-masing calon secara terbuka.
" Score penilaian harus diumumkan permateri, layaknya test P3K atau PNS. Semuanya harus terbuka dan transparan. Kita berharap sosok direktur kedepan benar-benar mampu membawa dan mengembangkan BUMD PT Pembangunan Dumai agar memberikan kontribusi positif bagi daerah dan masyarakat," tegas Afran Arsan mengingatkan.(*)
Penulis
: Faisal Sikumbang