Kecelakaan kerja kembali terjadi di PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) wilayah Rokan Hilir, Riau. Tiga orang pekerja, masing-masing bernama Hendri (54) bertugas sebagai PmcOw, Desy Krismanto (44) operator dan Ade Ilham (37) operator ditemukan tewas mengapung dalam kontainer limbah. Polisi menyebut mereka terjatuh saat bekerja.
PT PERTAMINA HULU ROKANKembali menorehkan catatan hitam di dunia ketenagakerjaan. Beberapa kali terjadi kecelakaan kerja yang merenggut nyawa karyawan. Hal ini menjadi sorotan tajam pasca alih kelola dari PT Chevron ke PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) pada 9 Agustus 2021 lalu.
Sejak Juli 2022 hingga Januari 2023, terjadi 7 kecelakaan kerja yang menyebabkan 7 nyawa pekerja melayang. Satu di antaranya merupakan pegawai PHR, sementara 6 lainnya adalah buruh mitra kerja PHR. Akibat kasus kecelakaan kerja itu, 2 pejabat teras PHR dicopot. Masing-masingnya adalah Exevutive Vice Presiden Upstream Business, Feri Sri Wibowo danExevutive Vice Presiden Business Support Fransjono Lazarus.
Namun pencopotan kedua petinggi di PHR itu sepertinya tidak membuat keadaan jadi lebih baik. Buktinya kecelakaan kerja kembali terulang. Kasus terbaru, 3 karyawan PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) yang merupakan perusahaan mitra PHR tewas mengapung dalam kontainer limbah di CMTF Balam Selatan, Kecamatan Bangko Pusako, Rokan Hilir, Jumat (24/02/24) pekan kemarin.
Sejumlah rekaman video dan foto yang memperlihatkan kondisi korban beredar di media sosial. Tampak ketiga karyawan itu sudah dalam kondisi tidak bernyawa dan mengapung dalam kontainer limbah. Posisi mereka satu dan lainnya saling berdekatan. Dua korban dalam posisi tertelungkup dan satu lagi tertelentang.
Mereka memakai baju perusahaan dengan warna hijau tua dan list putih serta bersepatu coklat. Pada bagian punggungnya tertulis PPLI dengan huruf besar. Ketiga korban yang tewas itu masing-masingnya berasal dari Bogor, Sumatera Barat dan Pekanbaru.
Kapolres Rokan Hilir, AKBP Andrian Pramudianto membenarkan terjadinya kecelakaan kerja di wilayah kerja Blok Rokan. Tiga orang pekerja perusahaan rekanan PT PHR, yakni PT PPLU ditemukan tewas mengapung dalam kontainer limbah di CMTF Balam Selatan.
" Terdapat tiga korban yang jatuh ke dalam kontainer limbah PT PPLI di CMTF Balam Selatan. Ketiga korban adalah karyawan PT PPLI, masing-masingnya Hendri, Desy Krismanto dan Ade Ilham. Kejadian hari ini," kata Andrian kepada wartawan, Jumat (24/02/23).
Berdasarkan pengecekan CCTv, dikutip dari centralnews.id korban Desy Krismanto terlihat menaiki tangki Settling (B) dengan kapasitas 500 Barrel (80 M³) dan masuk ke dalam tangki melalui manhole atas. Selang beberapa detik kemudian, korban tampak naik ke atas. Tapi seketika tubuhnya terjatuh dan kembali masuk ke dalam tangki.
Melihat rekannya jatuh ke dalam tanki limbah, Hendri dan Ade ilham bergegas naik untuk memberikan pertolongan. Mereka berdua masuk ke dalam tangki limbah. Namun tujuan mereka untuk membantu teman malah berbuah petaka. Mereka berdua tidak muncul lagi ke atas dan ikut tewas di dalam kolam limbah.
“ Berdasarkan rekaman CCTv, nampak masuknya 3 pekerja PT PPLI ke proses tank dengan motif yang belum diketahui. Karena aktifitas ini dilakukan tanpa ada perintah pekerjaan di area tersebut dari PT PHR maupun PT PPLI,†tulis Fajar Andi N, selaku Manager Field Service PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI).
Lebih lanjut dijelaskannya,fatality incident di Project CMTF Balam itu terjadi sekira pukul 12.07 WIB. Para pekerja sudah meninggalkan lokasi sekira pukul 11.45 WIB untuk istirahat dan shalat Jumat.
“ Ada enam orang yang tinggal di lokasi. Tiga orang atas nama Rs, Er dan Dt yang standby di dalam ruangan Lab. Sementaga ketiga korban menjaga alat. Pada waktu kejadian, tidak ada schedule pekerjaan masuk ke dalam tangki. Tidak ada SIKA atau Permite To Work (PTW) yang dibuat pada hari kejadian,†sebut Fajar Andi N.
Sekitar pukul 13.30 WIB, Supervisor Project kembali ke lokasi dan melihat tangki Settling (B) dalam kondisi meluap. Supervisor berusaha mencari ketiga pekerja yang menjaga alat, namun tidak kunjung ditemukan. Saat itu hanya tampak helm di dekat Man Hole Tangki Settling (B).
“ Kemudian tangki disedot oleh tim PPLI untuk mengecek. Ternyata ketiga pekerja itu terkonfirmasi telah meninggal dunia di dalam tanki limbah,†terang Fajar Andi N.(***)
Penulis
: Faisal Sikumbang