Angkutan Perusahaan Industri Ikut Antri Isi BBM Bersubsidi

Administrator Administrator
Angkutan Perusahaan Industri Ikut Antri Isi BBM Bersubsidi
Ilustrasi

Ditengah situasi kelangkaan BBM bersubsidi, armada angkutan milik perusahaan industri diduga juga ikut mengantri. Truk-truk milik perusahaan industri ramai-ramai ikut antrian mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di sejumlah SPBU yang ada di Riau.

PENGELOLA SPBU diminta agar jeli dan tegas menyikapi temuan ini. Apalagi minyak solar bersubsidi ini dilarang diberikan kepada truk-truk industri. Jika ada truk industri yang akan mengisi solar bersubsidi, pengelola SPBU dilarang memberikan dan harus tegas menolaknya.

Pemprov Riau meminta kepada PT Pertamina untuk bergerak melihat SPBU mana yang paling rentan terhadap kekurangan solar. Hal ini menyusul ada dugaan truk-truk industri yang ikut antre di loket solar.

Kepala Dinas ESDM Provinsi Riau Evarefita mengatakan, pihaknya sudah meminta data dari pihak industri dan perkebunan guna mendeteksi jenis BBM apa yang dipakai untuk kendaraan operasional perusahaan.

“Termasuk, kita ingin mendeteksi di mana kendaraan-kendaraan ini mengisi BBM. Padahal mereka sudah ada sendiri bahan bakarnya. Termasuk kendaraanya dari mana, itu yang masih akan kami data,” katanya, Kamis (24/3/2022).

Mantan asisten II Setdaprov Riau ini menyebut, Pemprov Riau menyerahkan ke Pertamina untuk melihat di mana titik persoalan tersebut, terutama SPBU yang paling rentan terhadap kelangkaan biosolar.

“Termasuk perusahaan mana yang paling banyak memanfaatkan BBM ini.Tapi masalahnya, kita ini NKRI, tak bisa kita membatasi kendaraan plat BK atau BA untuk mengisi BBM solar di Riau. Begitu juga dengan kita saat berada di tempat mereka,” ujar Mantan Kepala Dinas Penanaman Modal Riau ini.

Sejauh ini Pemprov Riau tengah berusaha mengatasi berbagai persoalan di sektor BBM, salah satunya dengan mengajukan permohonan penambahan kuota solar ke BPH Migas. Surat permintaan penambahan kuota solar tersebut sudah dikirim sejak Senin kemarin. Namun hingga saat ini belum ada balasan dari BPH Migas.**

Penulis
: Faisal Sikumbang
Sumber
: Tribunpekanbaru
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html