Warga Dumai Berlebaran Dalam Kabut Asap, Minta Polres Dumai Tangkap Pelaku Karhutla

Administrator Administrator
Warga Dumai Berlebaran Dalam Kabut Asap, Minta Polres Dumai Tangkap Pelaku Karhutla
Asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) berdampak ke permukiman warga di Kota Dumai, Riau. Kabut asap menyelimuti permukiman warga di Kelurahan Pelintung, Kecamatan Medang Kampai, Dumai.

SYAHRUL, salah seorang warga Dumai meminta kepada pihak kepolisian dalam hal ini Polres Dumai untuk mengangkap kasus kebakaran hutan tersebut.


Karena akibat kebakaran hutan itu, berdampak tidak baik terhadap kesehatan warga Dumai. Apalagi kebakaran itu dilakukan pada saat lebaran.


"Kita minta kepada pihak Polres Dumai untuk mengangkap dan menangkap pelaku pembakaran hutan ini. Ini menurut dugaan kami sengaja dilakukan pembakaran, karena situasi lebaran. Sehingga tidak terpantau oleh penegak hukum. Kami mengharapkan Polres Dumai harus terbuka dalam mengungkal kasus kebakaran hutan ini," kata Syahrul kepada kupasberita.com.


Sementara itu, AKBP Nurhadi, Kapolres Dumai kepada awak media mengatakan, bahwa Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di daerah setempat sudah berjibaku memadamkan api dari 3 hari lalu. Dan hingga hari raya Idul Fitri pada Sabtu (22/4/2023), Satgas Karhutla Kota Dumai masih tetap turun memadamkan api.

"Mohon doanya Satgas hari ini (Sabtu) walau pun lebaran tetap turun padamkan api di daerah Pelintung tersebut. Yang sudah kita lakukan kita sudah kerahkan 3 unit alat berat untuk buat embung air hampir 18 lubang untuk persediaan air," ungkap Nurhadi.

Kesulitan pemadaman api ini adalah sumber air yang sulit didapat dan jauh dari lokasi kebakaran. Selain itu angin sangat kuat kencang di lokasi kebakaran hingga merambatnya api sangat cepat.

Saat ini Satgas gabungan sudah mengerahkan 12 unit alat pemadam kebakaran di lahan seluas lebih kurang 40 hektar. "Kalau dilihat (areal yang terbakar, red) itu wilayah Bengkalis yang sebagian besar perbatasan dengan Dumai. Kita sudah koordinasi dengan Satgas Karhutla Bengkalis dan besok kita kerahkan banyak tenaga," terang AKBP Nurhadi.

Diterangkan Nurhadi bahwa Satgas Karhutla Dumai pada hari ini sudah bekerja memadamkan api memasuki hari keempat. "Kendala karena angin sangat kuat. Sumber air agak jauh dari lokasi terbakarnya pemadam disana," terang AKBP Nurhadi.

Nurhadi juga mengatakan bahwa pihaknya sudah berkordinasi dengan Satgas Karhutla Provinsi Riau dan sudah dilakukan penyemaian awan agar dapat hujan di daerah terbakar.

Berdasarkan data yang dikirim Fitri, Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru pada hari ini Sabtu (22/4/2023) titik panas di Provinsi Riau tercatat 61 titik.

Dengan rincian Kota Dumai paling banyak yakni 55 titik panas, Kabupaten Bengkalis 1, dan Kabupaten Rokan Hilir.***


Penulis
: Mustafa Kamal

Tag:
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers kupasberita.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online www.kupasberita.com Hubungi kami: redaksi@kupasberita.com
Berita Terkait
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html