Dinamika yang terjadi di internal PDI Perjuangan Kota Dumai makin memanas. Hal ini menyusul pemecatan sejumlah Ketua PAC menjelang proses penjaringan calon Ketua DPC dan DPD Riau. Kendati sejumlah tokoh senior sudah angkat bicara, namun proses penjaringan tetap dilaksanakan. Menurut agenda, DPC PDI Perjuangan Dumai akan melaksanakan rapat siang ini, Ahad (31/08/25) pukul 13.00 WIB di Meeting Room Hotel Grand Zuri Dumai.
KETUA Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Dumai Timur Kota Dumai, Ales Saprijon secara tegas mengingatkan pengurus DPC agar tidak memaksakan kehendak pribadi dengan mengorbankan kepentingan partai. Saat ini ada indikasi "penghalalan" segala cara yang dilakukan oleh oknum petinggi partai yang memiliki ambisi pribadi.
" Kami mengingatkan, jangan korbankan kepentingan partai demi kehendak pribadi. Partai ini dibangun dengan semangat kebersamaan. Biarkan proses berjalan sesuai mekanisme yang sudah diatur partai. Bahari jangan terlalu ambisi," ujar Ales Saprijon kepada Kupas Media Grup, Ahad (31/08/25) siang tadi.
Dikatakan Ales Saprijon, kendati namanya tidak masuk dalam kelompok yang dipecat, namun bukan berarti dirinya akan tutup mata dengan kondisi yang terjadi. Sebagai kader PDI Perjuangan, dirinya diajarkan untuk tegak lurus dengan aturan partai.
" Saya melihat banyak kejanggalan. Beberapa kawan dipecat jelang penjaringan calon Ketua DPC dan DPD PDI Perjuangan. Dan itu dilakukan tanpa alasan yang jelas dan tidak sesuai mekanisme partai. Tidak bisa dipungkiri, ada yang sangat berambisi untuk menjadi ketua," papar Ales Saprijon.
Menurut informasi yang diterimanya, sejumlah PAC diarahkan untuk mengusulkan nama Bahari dalam proses penjaringan.
" Hebatnya lagi, pertemuan di tingkat PAC kabarnya juga dihadiri oleh Bahari. Jika informasi ini benar, artinya ada upaya penggiringan dari awal. Pola-pola seperti ini tidak pernah diajarkan di PDI Perjuangan," tegas Ales Saprijon.
Pada sisi lain, H Sukma selaku Dewan Kehormatan DPC PDI Perjuangan Kota Dumai saat dihubungi mengaku akan memantau jalannya rapat di Grand Zuri siang ini. Selain itu dirinya juga akan mengawal agar seluruh tahapan penjaringan calon ketua DPC dan DPD Riau bisa berjalan sesuai aturan dan mekanisme partai.
" Rapat siang ini di Grand Zuri. Nanti kita akan pertanyakan terkait penunjukan Plt di tingkat PAC yang tak pernah diputuskan melalui rapat partai. Tidak ada keputusan, sebelum seluruh yang bengkok itu diluruskan," tegas H Sukma.
Sebelumnya diberitakan, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Riau, H Syafaruddin Poti, SH, MM juga angkat suara terkait kisruh yang terjadi di PDI Perjuangan Kota Dumai. Pihaknya menghimbau para pihak agar arif dan bijaksana dalam menyikapi persoalan yang terjadi. Kedewasaan dalam berpolitik sangat dibutuhkan, termasuk patuh terhadap mekanisme yang sudah diatur oleh partai.
" Penggantian ketua-ketua PAC secara sepihak tentu tidak dibenarkan. Ada tahapan dan mekanisme yang mesti dilalui. Selaku kader dan pengurus partai, pasti mengetahui aturan dan mekanismenya. Kalau sekarang ada penggantian tanpa prosedur, tentu menimbulkan gejolak di internal," ujar Poti yang juga Wakil Bupati Rokan Hulu ini kepada Kupas Media Grup melalui sambungan telpon, Jumat (29/08/25) malam.
Menurut Poti, selaku Wakil Ketua DPD PDIP Riau dirinya tidak pernah diundang dan mengikuti rapat pembahasan penggantian sejumlah Ketua PAC di Dumai. Saat ditanyakan kepada Dewan Pertimbangan Partai ternyata juga tidak mengetahui hal tersebut.
" Saya tanya ke Buk Ida (Dewan Pertimbangan) beliau juga tidak tahu. Saya sendiri juga tidak pernah diundang atau mengikuti rapat tentang hal (penggantian ketua PAC) itu," ungkap Poti.
Pada kesempatan itu, Poti menyarankan agar posisi Ketua PAC PDI Perjuangan di Kota Dumai dikembalikan seperti semula. Proses penjaringan calon Ketua DPC dan DPD PDI Perjuangan jangan sampai diwarnai pelanggaran terhadap aturan dan mekanisme partai.
" Inikan baru tahapan penjaringan. Tidak perlu juga rasanya melakukan hal-hal yang luar biasa hingga menabrak aturan yang ada. Kembalikan struktur kepengurusan PAC itu seperti semula, jangan ada yang mengutak-atik untuk kepentingan politik pribadi," ujar Poti mengingatkan.
Poti berharap proses penjaringan di masing-masing tingkat PAC untuk menentukan Ketua DPC dan Ketua DPD mendatang bisa berjalan dengan baik.
" Saya yakin, tidak ada persoalan yang tak bisa diselesaikan sepanjang semuanya tunduk dengan mekanisme dan aturan partai," tutup H Syafaruddin Poti.(*)
Penulis
: Faisal Sikumbang