Kisruh PDIP Dumai, A Tito Gito: Sebelum Banteng Dirusak, "Bantai" Dulu Mereka

Administrator Administrator
Kisruh PDIP Dumai, A Tito Gito: Sebelum Banteng Dirusak, "Bantai" Dulu Mereka
A Tito Gito
Pemecatan sejumlah Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan di Kota Dumai mendapat respon serius dan reaksi keras dari sejumlah Tokoh Senior Banteng Moncong Putih. Salah satunya datang dari kader karatan, A Tito Gito yang dengan suara terbata-bata mengungkapkan rasa kecewanya terhadap pihak-pihak yang melakukan cara-cara arogan untuk melanggengkan atau mendapatkan kekuasaan.

TOKOH Senior PDI Perjuangan, A Tito Gito mengecam keras aksi pemecatan kader yang tidak mengacu pada AD/ART partai. Menurutnya, pihak yang turut berkolaborasi dibalik penyingkiran kader militan partai itu sebenarnya orang-orang yang tidak bekerja untuk partai.

" Kader yang demikian semestinya tidak perlu dipelihara karena merusak partai. Sebelum Banteng rusak ditangannya, dia dulu "dibantai". Mereka tidak "berkeringat" tapi keinginan jadi ketua sangat kuat. Jijik Aku melihatnya," tegas A Tito Gito dengan suara bergetar menahan amarah dan kesedihan, Jum'at (29/08/25) tadi pagi.

Ditegaskan A Tito Gito, untuk sekedar jadi ketua, tak perlu pecat orang. Apalagi membesarkan partai tak pernah ikut, tapi punya keinginan jadi ketua.

" Aku berpuluh tahun di partai tak pernah aku memecat orang. Kalaupun pemecatan mesti dilakukan, mereka-mereka itu terlebih dahulu dimintai keterangan dan penjelasan. Aku sangat menyayangkan tindakan yang diluar AD/ART partai tersebut. Kalau mereka salah dipanggil, berikan peringatan 1, 2 hingga 3. Jangan karena ingin jadi ketua, lalu mereka menghalalkan semua cara," ujar A Tito Gito.

Menurut A Tito Gito, kejanggalan lainnya terkait pemecatan itu yakni tidak pernah diberitahunya Wakil Ketua Bidang Kehormatan.

" Artinya, ini "barang siluman". Wakil Bidang Kehormatan, H Sukma saja tidak pernah dimintai penjelasan. Hebatnya lagi, pemecatan diterbitkan 1 hari menjelang Musyawarah PAC untuk penjaringan Calon Ketua DPC Dumai dan Ketua DPD Riau. PDI Perjuangan tidak pernah melakukan cara-cara kotor seperti ini," tegas A Tito Gito.

Ditegaskan A Tito Gito, keunggulan PDI Perjuangan selama ini yakni dari sisi kebersamaan dan kekompakannya. Seperti apapun badai yang datang, selalu berhasil dihadapi dengan baik. Hal itu berlaku mulai tingkat nasional dan daerah.

" Termasuk di Dumai. PDI Perjuangan partai yang selalu kompak. Kedekatan kadernya sangat luar biasa. Dulu Aku ngumpulkan 1000 orang tak perlu ada kepanitiaan. Karena kita punya motto, dengarkan orang, setelah itu baru kita bisa didengarkan oleh orang. PDI Perjuangan tidak dibesarkan dengan cara-cara yang arogan," ujar A Tito Gito mengingatkan.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah "Kader Banteng" menggeruduk Kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang berada di Jalan Jenderal Sudirman Kota Dumai. Aksi ini menyusul turunnya surat pemecatan sepihak terhadap 3 Ketua dan 1 Sekretaris PAC (Pimpinan Anak Cabang (PAC) di Kota Dumai. Sebagai bentuk perlawanan, kader banteng menggembok dan menyegel ruang sekretariat Kantor DPC PDIP Dumai, Kamis (28/08/25) sekitar pukul 20.30 WIB tadi malam.

Masing-masing kader yang dipecat dari jabatannya itu yakni Ketua PAC Dumai Kota Bayu Agusra, Ketua PAC Dumai Selatan Jamhuri, Ketua PAC Bukit Kapur Tohari dan Sekretaris PAC Dumai Barat Sukarni.

Ketua PAC Dumai Kota, Bayu Agusra kepada Kupas Media Grup mengaku sangat kecewa dengan penerbitan surat nomor: 17.03-C.05-A/TAP-PAC/DPD/VIII/2025 tertanggal 27 Agustus 2025 yang ditandatangani Ketua DPD PDIP Riau, H Zukri, SM dan Sekretaris, Kaderismanto terkait pencopotannya dari jabatan Ketua PAC Dumai Kota secara sepihak.

" Dalam surat itu, hanya posisi saya selaku Ketua PAC Dumai Kota yang diganti, sedangkan pengurus PAC Dumai Kota lainnya masih yang lama. Keputusan sepihak dan tanpa alasan yang jelas ini sangat kita sesalkan. Malam ini ruang sekretariat DPC kita gembok, dan persoalan ini segera kita laporkan ke DPP PDIP," ujar Bayu Agusra berang.

Hal senada diungkapkan Ketua PAC Dumai Selatan, Jamhuri yang melihat kejanggalan dibalik pemecatan secara sepihak tersebut. Pihaknya mencium adanya agenda kepentingan politik dari seseorang yang punya ambisi untuk menjadi Ketua DPC PDIP Kota Dumai.

Indikasi itu sudah terbaca saat munculnya mosi tak percaya dari sejumlah PAC terkait penunjukan Plt Ketua DPC Dumai yang tidak melalui mekanisme yang sah.

" Saya tidak usah sebutkan namanya. Dia sangat berambisi jadi Plt Ketua DPC PDIP Dumai. Beberapa waktu lalu menggelar pemilihan tanpa mengikuti mekanisne partai. Kami membuat mosi tidak percaya, dan dia sempat minta maaf. Apa yang terjadi saat ini kami duga juga tidak terlepas dari permainan yang dilakukannya," ungkap Jamhuri.

Sejumlah kader banteng yang hadir malam tadi secara tegas akan membawa persoalan itu ke tingkat DPP PDIP. Selain itu mereka juga memastikan untuk tidak terlaksananya kegiatan kepartaian yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini.

" Kami ingatkan, sebelum ada kepastian jangan pernah dilaksanakan kegiatan Musyawarah PAC untuk penjaringan Ketua DPC PDIP Dumai dan Ketua DPD PDIP Riau," tegas Bayu Agusra.

Ganjar: Buat Laporan Resmi ke DPP

Ketua Bidang Pemerintahan dan Otonomi Daerah DPP PDIP, Ganjar Pranowo memberikan perhatian serius terkait pemecatan sejumlah Ketua PAC PDIP di Dumai tersebut. Mantan Calon Presiden yang diusung oleh PDIP itu meminta agar persoalan tersebut dilaporkan secara resmi ke DPP PDIP.

" Laporkan secara resmi ke DPP," ujar Ganjar melalui pesan WA kepada Ketua PAC PDIP Dumai Kota, Bayu Agusra.

Sebelumnya Ganjar juga mempertanyakan apakah sebelum (keputusan pemecatan) diambil telah dilakukan proses persidangan oleh Badan Kehormatan atau ada bukti-bukti terhadap pelanggaran yang dilakukan.

Menjawab pertanyaan itu, Bayu Agusra secara tegas menyampaikan keseluruhannya itu tidak pernah dilakukan.(*)
Penulis
: Faisal Sikumbang
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html