Kisruh Internal PDIP Berlanjut, Tadi Malam Kader "Gembok" Kantor DPC Dumai

Administrator Administrator
Kisruh Internal PDIP Berlanjut, Tadi Malam Kader "Gembok" Kantor DPC Dumai
Kader PDIP memasang rantai dan menggembok pintu Kantor DPC Kota Dumai.
Polemik yang terjadi di tubuh Partai Banteng Moncong Putih terus berlanjut. Hal ini dipicu sikap DPD dan DPP PDIP yang tak kunjung merespon kasus pemecatan 4 Ketua PAC yang ada di Kota Dumai. Sebagai bentuk kekecewaan, sejumlah kader yang sebelumnya hanya menyegel ruang sekretariat, kini memasang rantai dan menggembok pintu Kantor DPC PDIP Kota Dumai, Rabu (03/09/25) malam tadi.

KETUA PAC PDIP Dumai Kota, Bayu Agusra menegaskan aksi lanjutan yang mereka lakukan dengan "menyegel" total Kantor DPC Dumai karena hingga saat ini tidak ada itikad baik dari DPD maupun DPP untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi. Pemecatan secara sepihak terhadap 3 Ketua PAC dan 1 Sekretaris itu dinilai telah mengangkangi aturan dan mekanisme partai.

" Kantor ini kita gembok hingga ada penjelasan dari DPD dan DPP PDI Perjuangan. Kita melihat ada upaya pemaksaan kehendak dari seseorang yang sangat berambisi untuk menjadi Ketua DPC Dumai. Kami tidak ingin PDI Perjuangan diobok-obok oleh orang-orang yang bermental culas itu," tegas Bayu Agusra, Kamis (04/09/25).

Dikatakan Bayu Agusra, beberapa hari yang lalu tahapan penjaringan calon Ketua DPC dan Ketua DPD PDI Perjuangan tetap berjalan. Sementara polemik pemecatan secara sepihak belum diselesaikan.

" Apa yang kita sampaikan tidak dianggap sama sekali. Padahal sebelumnya ada saran dari DPD Riau untuk mengembalikan kepengurusan sebelumnya. Namun itu tidak dilakukan. Mereka secara sengaja mengangkangi aturan dan mekanisme partai. Ini tidak boleh dibiarkan dan harus dilawan," tegas Bayu Agusra.

Sebelumnya dinamika di internal DPC PDI Perjuangan Kota Dumai sempat menjadi perhatian Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Riau, H Syafaruddin Poti, SH, MM yang menyarankan posisi masing-masing PAC agar dikembalikan seperti semula.

" Penggantian ketua-ketua PAC secara sepihak tentu tidak dibenarkan. Ada tahapan dan mekanisme yang mesti dilalui. Selaku kader dan pengurus partai, pasti mengetahui aturan dan mekanismenya. Kalau sekarang ada penggantian tanpa prosedur, tentu menimbulkan gejolak di internal," ujar Poti kepada Kupas Media Grup melalui sambungan telpon, Jumat (29/08/25).

Pada kesempatan itu, Poti menyarankan agar posisi Ketua PAC PDI Perjuangan di Kota Dumai dikembalikan seperti semula. Proses penjaringan calon Ketua DPC dan DPD PDI Perjuangan jangan sampai diwarnai pelanggaran terhadap aturan dan mekanisme partai.

" Inikan baru tahapan penjaringan. Tidak perlu juga rasanya melakukan hal-hal yang luar biasa hingga menabrak aturan yang ada. Kembalikan struktur kepengurusan PAC itu seperti semula, jangan ada yang mengutak-atik untuk kepentingan politik pribadi," ujar Poti mengingatkan.

Kisruh di internal PDI Perjuangan Kota Dumai juga memancing sejumlah "Banteng Tua" untuk turun gunung. Mereka sangat menyesalkan adanya upaya pembangkangan terhadap mekanisme dan aturan partai.

Senior PDI Perjuangan, A Tito Gito mengecam keras aksi pemecatan kader yang tidak mengacu pada AD/ART partai. Menurutnya, pihak yang turut berkolaborasi dibalik penyingkiran kader militan partai sebenarnya orang-orang yang tidak bekerja untuk partai.

" Kader yang demikian semestinya tidak perlu dipelihara karena merusak partai. Sebelum Banteng rusak ditangannya, dia dulu "dibantai". Mereka tidak "berkeringat" tapi keinginan jadi ketua sangat kuat. Jijik Aku melihatnya," tegas A Tito Gito dengan suara bergetar menahan amarah dan kesedihan, Jum'at (29/08/25).

Hal senada juga disuarakan Dewan Pertimbangan Partai Tingkat Cabang PDI Perjuangan Kota Dumai, Khairul Saleh yang mengaku sudah memantau kondisi itu dari awal. Info pertama yang diperolehnya, sebanyak 4 PAC bakal dinonaktifkan, dan belakangan ternyata benar-benar dilaksanakan.

" Jangan habisi orang karena ingin jadi ketua. Itu bukan cerminan kader Banteng. Berdasar AD/ART, mestinya ada tahapan yang harus dilalui sesuai mekanisme yang diatur untuk menonaktifkan seseorang," tegas senior PDI Perjuangan Dumai dengan ciri berambut putih ini, Jum'at (29/08/25) siang.

Khairul Saleh sangat menyesalkan terjadinya kisruh. Mestinya aturan partai dijadikan pedoman agar tidak salah jalan.

" Laksanakan aturan partai sesuai mekanisme. Jangan melenceng kalau mau selamat," tegas Khairul Saleh mewanti-wanti.

Sementara Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Dumai Timur, Ales Saprijon secara tegas mengingatkan pengurus DPC agar tidak memaksakan kehendak pribadi dengan mengorbankan kepentingan partai. Saat ini ada indikasi "penghalalan" segala cara yang dilakukan oleh oknum petinggi partai yang memiliki ambisi pribadi.

" Kami mengingatkan, jangan korbankan kepentingan partai demi kehendak pribadi. Partai ini dibangun dengan semangat kebersamaan. Biarkan proses berjalan sesuai mekanisme yang sudah diatur partai. Bahari jangan terlalu ambisi," ujar Ales Saprijon kepada Kupas Media Grup, Ahad (31/08/25) siang tadi.

Dikatakan Ales Saprijon, kendati namanya tidak masuk dalam kelompok yang dipecat, namun bukan berarti dirinya akan tutup mata dengan kondisi yang terjadi. Sebagai kader PDI Perjuangan, dirinya diajarkan untuk tegas lurus dengan aturan partai.

" Saya melihat banyak kejanggalan. Beberapa kawan dipecat jelang penjaringan calon Ketua DPC dan DPD PDI Perjuangan. Dan itu dilakukan tanpa alasan yang jelas dan tidak sesuai mekanisme partai. Tidak bisa dipungkiri, ada yang sangat berambisi untuk menjadi ketua," papar Ales Saprijon.

Pada sisi lain, H Sukma selaku Dewan Kehormatan DPC PDI Perjuangan Kota Dumai saat dihubungi mengaku akan mengawal seluruh tahapan penjaringan calon ketua DPC dan DPD Riau agar bisa berjalan sesuai aturan dan mekanisme partai.

" Kita akan pertanyakan terkait penunjukan Plt di tingkat PAC yang tak pernah diputuskan melalui rapat partai. Tidak ada keputusan, sebelum seluruh yang bengkok itu diluruskan," tegas H Sukma.(*)
Penulis
: Faisal Sikumbang
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html