Pemerintahan Kota Dumai di bawah kepemimpinan Walikota H Paisal, SKM, MARS terus membangun sinergi dalam rangka mendorong terciptanya keamanan, pelayanan hukum dan kenyamanan warga. Di tengah upaya mempercepat pembangunan infrastruktur, Pemerintah Kota Dumai juga menunjukkan komitmennya guna mendukung penguatan institusi negara yang bertugas melayani masyarakat.
PEMERINTAH Kota Dumai melalui APBD Tahun Anggaran 2026 tercatat mengalokasikan dana besar untuk dua hal sekaligus, yakni memperbaiki jalan nasional senilai Rp19,1 miliar, dan memberikan hibah kepada instansi vertikal di Dumai dengan total Rp4.565.524.062.
Langkah ini menjadi bukti bahwa Pemko Dumai tidak berjalan sendiri. Kolaborasi dengan Polri, Kejaksaan, dan TNI AL dikedepankan agar roda pemerintahan, penegakan hukum, dan keamanan di Kota Idaman berjalan lebih optimal.
Perbaikan jalan nasional menjadi prioritas utama karena Dumai adalah pintu gerbang ekonomi Riau dan salah satu kota pelabuhan tersibuk di Sumatera. Dengan anggaran Rp19,1 miliar, perbaikan ini diharapkan memangkas waktu tempuh, mengurangi kecelakaan, dan memperlancar arus logistik dari pelabuhan hingga ke daerah hinterland.
Bagi pedagang, sopir truk, hingga pelajar, jalan yang mulus bukan sekadar aspal. Itu adalah nadi ekonomi dan keselamatan. Kebijakan ini langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sehari-hari.
Selain infrastruktur, Pemko Dumai juga mengalokasikan hibah kepada empat instansi vertikal. Totalnya mencapai Rp4.565.524.062.
Adapun rinciannya yakni pembangunan gedung penjagaan Mapolres Dumai dengan dana hibah sebesar Rp2.802.873.473.
Gedung penjagaan yang representatif akan meningkatkan keamanan markas Polri sekaligus memberi rasa aman bagi masyarakat sekitar. Ini juga bentuk dukungan nyata Pemko terhadap kerja-kerja kepolisian dalam menjaga kamtibmas.
Selanjutnya pemeliharaan landscape lingkungan Kantor Kejaksaan Negeri Dumai sebesar Rp1.000.000.000.
Penataan lingkungan kantor tidak hanya soal estetika. Lingkungan yang rapi dan nyaman menciptakan suasana kerja yang profesional, sehingga pelayanan hukum kepada masyarakat juga menjadi lebih maksimal.
Pemko Dumai juga memberi dana hibah untuk lanjutan pembangunan mess pegawai wanita Kejaksaan Negeri Dumai sebesar Rp303.355.956.
Perhatian terhadap kesejahteraan pegawai, khususnya pegawai wanita, menunjukkan bahwa Pemko Dumai peduli pada kesetaraan dan kenyamanan SDM penegak hukum.
Terakhir yakni rehab berat rumah dinas Pasintel Pangkalan TNI AL Dumai dengan hibah sebesar Rp459.294.633.
Sebagai kota pesisir dan pelabuhan, peran TNI AL sangat vital. Rehab rumah dinas ini memastikan personel dapat bertugas dengan kondisi hunian yang layak, sehingga kesiapsiagaan menjaga laut Dumai tetap terjaga.
Sinergi Tanpa Batas Wilayah Administratif
Memang, APBD Dumai ikut "tersedot" untuk mendukung instansi vertikal. Namun perlu dipahami, tidak ada aturan yang secara tegas melarang pemberian hibah dari pemerintah daerah kepada instansi vertikal.
" Justru sebaliknya. Dalam semangat otonomi dan pelayanan publik, hibah ini adalah bentuk gotong royong. Polri menjaga keamanan warga Dumai. Kejaksaan menegakkan hukum untuk warga Dumai. TNI AL menjaga perairan Dumai. Ketika mereka kuat, maka Kota Dumai juga ikut kuat," ungkap Pemerhati Pembangunan, Adrian Hadi melalui sambungan telpon dari Jakarta, Sabtu (08/08/26) siang tadi.
Menurutnya, pembangunan tidak bisa parsial. Jalan harus bagus, aparat harus didukung, dan pelayanan hukum harus berjalan. Semua itu bermuara pada satu tujuan yakni kesejahteraan masyarakat.
" Dengan fasilitas Mapolres dan TNI AL yang lebih baik, respon terhadap gangguan kamtibmas bisa lebih cepat. Kejaksaan dengan sarana memadai bisa bekerja lebih fokus menangani perkara dan memberikan penyuluhan hukum. Sedangkan Jalan nasional yang diperbaiki memperlancar distribusi barang, menurunkan biaya logistik, dan menarik investor," papar Adrian Hadi.
Warga Dumai juga merespons positif. Banyak yang menilai langkah Pemko ini berani dan berpihak. Karena pemimpin yang baik bukan hanya membangun gedung, tapi juga membangun sistem yang saling menguatkan.
" Anggaran bukan hanya soal angka. Ia adalah cerminan prioritas. Dengan mengalokasikan Rp19,1 miliar untuk jalan dan Rp4,5 miliar untuk penguatan instansi vertikal, Pemko Dumai menunjukkan visi jangka panjang. Ini bukan sekadar membangun fisik. Ini membangun kepercayaan. Kepercayaan masyarakat kepada pemerintah, dan kepercayaan antar lembaga negara untuk bekerja bersama," ujar Syafwan, Sabtu (08/08/26) tadi malam.
Di usia yang terus berkembang, Dumai membuktikan diri sebagai kota yang tidak hanya mengejar pertumbuhan, tapi juga menjaga fondasi: keamanan, hukum, dan infrastruktur. Dan fondasi itulah yang akan membuat Dumai tetap "Idaman" bagi warganya.(*)
Penulis
: Faisal Sikumbang