Masyarakat diminta agar waspada. Pasalnya, harimau yang menerkam Indra (30) warga Bengkalis diduga masih berkeliaran hingga kini. Hal itu tampak pada jejak kaki harimau yang lumayan banyak di sekitar lokasi.
KAPOLSEK Pinggir, Kompol Maitertika mengaku hingga saat ini tim belum bisa ke lokasi tempat korban diterkam. Pasalnya, menurut warga harimau itu terlihat masih berkeliaran tak jauh dari lokasi.
" Kami belum bisa sampai ke lokasi. Tadi disampaikan warga, harimau masih berkeliaran di sekitar lokasi," kata Kapolsek, Kamis (7/4/2022).
Maitertika mengatakan, menurut warga diperkirakan harimau lebih dari satu ekor. Itu terlihat dari jejak kaki harimau yang sangat banyak.
"Ada banyak jejak ditemukan di lokasi. Menurut warga ada 2 ekor berkeliaran, sementara kami masih berjaga-jaga di kampung," kata Maitertika.
Selain berjaga dan mengimbau warga untuk tidak masuk hutan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Balai BKSDA Riau. Ia berharap BKSDA Riau segera mengambil tindakan sebelum terjadi konflik.
"Kami sudah koordinasi sama BKSDA, ya kalau bisa ini segera diambil tindakanlah. Apakah dievakuasi sementara atau nanti ada tim khusus menangani," katanya.
Sementara Plh Balai Besar KSDA Riau, Hartono memastikan lokasi korban tewas diterkam harimau adalah kawasan SM Giam Siak Kecil. Lokasi itu adalah habitat asli harimau sumatera.
"GSK adalah salah satu habitat harimau, lanscape harimau sumatera. Berdasarkan informasi lapangan bahwa lahan (ladang yang digarap korban) berada di kawasan SM Giam Siak Kecil. Memang di kawasan SM Giam Siak Kecil sekitarnya sudah ada kampung," katanya.
Diberitakan sebelumnya, seorang petani di Bengkalis, Riau ditemukan tewas tanpa kepala di dalam hutan Bagan Benio, pada Rabu, 6 April, sekitar pukul 08.45 WIB.**