Sikap tegas Kapolres Dumai, AKBP Nurhadi Ismanto yang menutup seluruh aktifitas Gelanggang Permainan (Gelper) di Dumai menuai banyak pujian. Pasalnya, masyarakat resah dengan keberadaan Gelper yang selama ini diduga menjadi arena judi.
KETUA DPD Partai Ummat Kota Dumai, Syafrizal memberikan apresiasi secara khusus kepada Kapolres Dumai, dan jajaran kepolisian secara umum atas penutupan seluruh lokasi Gelanggang Permainan (Gelper) di Kota Dumai. Apa yang dilakukan oleh Kapolres Dumai itu, menurut Syafrizal adalah bagian dari amar ma'ruf nahi mungkar. Apalagi tidak satupun agama yang membenarkan adanya perjudian.
" Salam hormat saya untuk Kapolres Dumai. Beliau patut diberikan apresiasi. Apa yang beliau lakukan itu sejalan dengan semangat Partai Ummat, yakni Tegakkan Keadilan dan Lawan Kedzaliman. Gelper itu lebih banyak mudharat dibanding manfaatnya," papar Syafrizal.
Lebih lanjut disampaikan Syafrizal, semangat yang ditunjukkan pihak kepolisian itu mesti diikuti oleh pemerintah daerah. Salah satunya dengan meninjau ulang perizinan yang sudah sempat diterbitkan. Jika terbukti ada penyalahgunaan izin, pemerintah wajib untuk mencabutnya.
" Aparat penegak hukum sudah melaksanakan kewajibannya. Tinggal lagi pemerintah daerah. Kalau serius ingin memberantas kemaksiatan dan perjudian, maka saatnya kepala daerah menggunakan kewenangan dan kekuasaannya. Cabut seluruh izin Gelper di Dumai," tegas Syafrizal.
Sementara salah seorang pengurus Majelis Ta'lim di Dumai, Hasna tak henti-hentinya mengucapkan rasa syukur atas penutupan seluruh Gelper oleh Kapolres Dumai, AKBP Nurhadi Ismanto. Menurutnya, tidak sedikit rumah tangga yang hancur akibat keberadaan Gelanggang Permainan tersebut.
" Akibat uang banyak habis di mesin judi, banyak pasangan suami istri yang bertengkar dan berakhir dengan perceraian. Kasus ini banyak menimpa kalangan ekonomi menengah ke bawah. Alhamdulillah, sekarang Bapak Kapolres sudah menutup seluruh Gelper. Semoga ini menjadi catatan amal baik untuk beliau," ujar Hasna.
Pada sisi lain, salah seorang wanita separo baya keturunan Tionghoa juga tampak senang saat aparat kepolisian menutup Golden atau Tarzan Zone serta mengamankan pemain, karyawan dan pengelolanya. Pihaknya menyebutkan tindakan tegas itu seharusnya sudah dilakukan sejak lama.
" Akhirnya ditutup juga, terimakasih Pak Kapolres. Teman saya bercerai dengan suaminya gara-gara Gelper. Mudah-mudahan tidak buka lagi," ujar wanita berambut sebahu itu.
Sementara Ismunandar dari Masyarakat Hukum Adat Dumai mengaku puas dan memuji sikap tegas Kapolres Dumai, AKBP Nurhadi Ismanto. Kendati sempat beradu argumentasi di lapangan, namun keputusan yang diambil Kapolres Dumai sangat luar biasa. Hal itu tidak disangka-sangka oleh massa Masyarakat Hukum Adat Dumai yang sebelumnya menggelar aksi demonstrasi di pelataran parkir Gelper Dragon atau Tarzan Zone.
" Pernyataan Kapolres yang memastikan bahwa seluruh Gelper bakal ditutup, itu sangat luar biasa. Kita butuh pejabat yang tegas seperti Bapak AKBP Nurhadi ini. Kita siap dukung beliau untuk memberantas seluruh kemaksiatan dan penyakit masyarakat yang ada di Kota Dumai. Kita juga akan mengawasi Gelper agar tidak beroperasi kembali," papar Ismunandar.
Sebelumnya diberitakan, AKBP Nurhadi Ismanto memastikan seluruh Gelper bakal ditutup. Pernyataan tegas itu disampaikannya saat menerima Masyarakat Hukum Adat Dumai yang menggelar aksi demonstrasi di lokasi Gelper Golden Jalan Hasanuddin/Ombak Kota Dumai, Sabtu (04/03/23).
" Saya pastikan seluruh Gelper di Dumai akan kita tutup," tegas Kapolres AKBP Nurhadi Ismanto disambut teriakan takbir dari massa Masyarakat Hukum Adat Dumai.
Lebih lanjut disampaikan Kapolres AKBP Nurhadi, pihaknya tidak akan memberi ruang adanya aktifitas perjudian di Dumai. Terkait izin yang dikantongi pengusaha Gelper, AKBP Nurhadi akan berkoordinasi dengan pihak Pemerintah Kota Dumai dan Pemerintah Pusat.
" Kita akan koordinasi dengan pemerintah daerah dan pemerintah pusat, bagaimana izinnya (Gelper,red) bisa dicabut," jelas AKBP Nurhadi Ismanto.
Pada kesempatan itu, Kapolres Dumai AKBP Nurhadi Ismanto juga memerintahkan anggotanya untuk memasang pamflet penutupan sementara Gelper Golden.
" Atas Dasar Diskresi Kepolisian Demi Ketertiban Umum Untuk Sementara Tempat Ini Ditutup Oleh Polres Dumai," demikian isi pamflet yang di pasang di pintu Gelper Golden.(*)
Penulis
: Faisal Sikumbang