Pemred Media Online Dianiaya, Pj Walikota Pekanbaru Bantah Terlibat

Administrator Administrator
Pemred Media Online Dianiaya, Pj Walikota Pekanbaru Bantah Terlibat
Pj Walikota Pekanbaru, Muflihun dan korban penganiayaan.
Pemimpin Redaksi (Pemred) Media Online RiauWicara.Com, Miftahul Syamsir yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPD KNPI Riau menjadi korban penganiyaan sekelompok preman yang mengaku sebagai orang suruhan Penjabat Walikota Pekanbaru, Muflihun, S.STP, M.AP. Aparat diminta mengusut kasus tersebut dan menangkap siapa saja yang ikut terlibat dalam kasus penganiayaan itu.

PENGANIAYAAN yang dialami Miftahul Syamsir itu berawal saat dirinya mendapat telepon dari seseorang yang mengajaknya untuk bertemu. Mereka kemudian sepakat untuk berjumpa salah satu tempat di Jalan Rajawali Kecamatan Sukajadi Pekanbaru.

Namun saat bertemu, dikutip dari berkabarnusa.com sejumlah orang yang mengaku suruhan Pj Walikota Pekanbaru itu langsung mengeroyok dan memukuli korban. Kawanan itu datang menggunakan mobil Pajero warna putih.

Kasus penganiayaan itu diduga kuat karena ketidaksenangan PJ Walikota Pekanbaru, Muflihun terhadap pemberitaan yang mengkritisi kinerjanya terkait masalah banjir, penanganan infrastruktur dan berbagai kasus atas kebijakan proyek perparkiran di Kota Pekanbaru.

Sementara Penjabat Walikota Pekanbaru, Muflihun SStp MAP dikutip dari potret24.com membantah tegas tudingan yang menyebutkan dirinya menyuruh sekelompok orang untuk melakukan kekerasan terhadap Miftahul Syamsir. Pihaknya menyayangkan isu yang dihembuskan sekelompok orang tersebut.

“ Tidak benar saya menyuruh orang untuk melakukan kekerasan terhadap warga yang memberikan komentar dan kritikan terhadap kondisi Kota Pekanbaru yang saya pimpin saat ini. Saya siap dikritik. Karena bagi saya kritik masyarakat sangat dibutuhkan untuk perbaikan urusan penyelenggaraan negara,” cakapnya saat di hubungi via seluler, Sabtu (08/10/22).

Pada sisi lain, Boma Harmen selaku Ketua Perkumpulan Wartawan Media Online Indenesia (PW MOI) Riau ikut angkat bicara dan mengutuk aksi premanisme yang mengatasnamakan orang dari PJ Walikota Pekanbaru.

" Pemukulan terhadap Pemred riauwicara.com ini akan menjadi perhatian khusus PW MOI Riau dan Pekanbaru. Saya sebagai ketua PW MOI Riau mengutuk dan meminta para pelaku segera di tangkap," ujar Boma keras.

Dugaan adanya perintah dari PJ Walikota, dikatakan Boma cukup beralasan. Pasalnya, beberapa waktu lalu korban sempat mengkritik kinerja PJ Walikota Pekanbaru terkait permasalahan banjir disalah satu media online.

" Dugaan mengarah kepada PJ walikota Pekanbaru sah-sah saja, karena para pelaku menyebut mereka orang PJ walikota Pekanbaru. Dan saat yang bersamaan, korban juga melakukan kritikan terkait kinerja PJ Pekanbaru selama memimpin kota ini," jelas Boma.

Menurut Boma, agar isu pemukulan ini tidak menjadi fitnah, pihaknya berharap PJ Walikota Pekanbaru melaporkan oknum yang telah mencatut namanya itu sehingga masyarakat tidak berpikir negatif kepada PJ Walikota Pekanbaru.

" Jika PJ merasa tidak memerintahkan, maka sebaiknya PJ juga melaporkan masalah ini ke Polisi sehingga masyarakat tidak berpikir negatif. Tapi jika PJ tidak melapor, maka akan menjadi tanda tanya nanti," tutup Boma.**




Penulis
: Faisal Sikumbang
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html