Papan Bunga Sorot Walikota di KPK, Ahmad Maritulius: Jangan Membuat Keruh Suasana

Administrator Administrator
Papan Bunga Sorot Walikota di KPK, Ahmad Maritulius: Jangan Membuat Keruh Suasana
Tokoh Pendiri Kota Dumai, Ahmad Maritulius
Penampakan deretan papan bunga di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta terkait kepemimpinan Walikota Dumai sangat disesalkan. Pola-pola yang dilakukan oleh pihak tidak bertanggungjawab itu bertentangan dengan etika dan bisa memperkeruh suasana.

KETUA Komite Reformasi Masyarakat Dumai (KRMD), Ahmad Maritulius meminta pihak mana saja yang terlibat dalam pemasangan papan bunga di KPK yang berisi sejumlah narasi terkait kepemimpinan Walikota Dumai agar jangan memperkeruh suasana.

" Kita ingatkan, pertama jangan mempermalukan pemimpin di tanah Melayu. Pola-pola yang dilakukan itu sangat kita sesalkan karena tidak bisa dipertanggungjawabkan. Kedua, penghakiman melalui papan bunga itu telah mencoreng nama baik Walikota Dumai," ujar salah satu tokoh pendiri Kota Dumai ini kepada kupasberita.com, Kamis sore tadi.

Lebih lanjut disampaikan Ahmad Maritulius, kondisi Dumai yang saat ini kondusif tidak boleh dibuat keruh oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. Untuk itu, masyarakat dihimbau agar tetap cerdas dalam menyikapi isu yang berkembang.

" Pemasangan papan bunga itu ulah oknum tidak bertanggungjawab. Setelah memasang, mereka langsung menghilang. Kita tidak ingin menuduh, biasanya pola-pola seperti itu sering dilakukan oleh para penyangak. Untuk itu, masyarakat jangan sampai terprovokasi," himbau Ahmad Maritulius.

Terakhir Ahmad Maritulius meminta aparat hukum agar menindaklanjuti kasus pemasangan papan bunga yang mencoreng nama baik Walikota Dumai tersebut.

" Kita minta aparat hukum menindaklanjuti hal ini, dan menindak tegas pelakunya. Di KPK pasti ada CCTV, bisa ditelusuri dari sana siapa pelakunya," sebut Ahmad Maritulius.

Pada sisi lain, Pengamat Politik Adrian Hadi saat dihubungi kupasberita.com melalui sambungan telpon menyampaikan cara-cara tidak bertanggungjawab itu memang kerap terjadi pada momen politik atau menjelang agenda Pilkada. Motivasi utamanya adalah untuk menjatuhkan nama baik dan kredebilitas seseorang di mata masyarakat.

" Pelakunya bisa bergerak sendiri, atau digerakkan oleh pihak yang memiliki kepentingan. Kenapa harus ke KPK, karena gaungnya besar disana," ujar Adrian Hadi.

Adapun papan bunga di depan Gedung KPK yang fotonya beredar di media sosial itu berisi sejumlah narasi, yakni :

1. Walikota Dumai dan Kabid Anggaran BPKAD Dumai Kebal Hukum, dari Masyarakat Dumai Korban PHP.

2. KPK RI ada salam dari Walikota Dumai, main-mainlah Ke Dumai, dari masyarakat terzolimi.

3. KPK RI, RSUD Dumai banyak obat kadaluarsa dan hutang RSUD menumpuk, dari pasien RSUD Dumai”.(***)
Penulis
: Faisal Sikumbang
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html