Ketua LSM Peras Pejabat Rumah Sakit, Modus Ancam Demo dan Minta Proyek

Administrator Administrator
Ketua LSM Peras Pejabat Rumah Sakit, Modus Ancam Demo dan Minta Proyek
Polisi mengamankan pelaku pemerasan pejabat rumah sakit dengan barang bukti uang tunai Rp 20 juta.
Nama baik Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) sering dirusak oleh oknum yang kerap melakukan pemerasan untuk mencari keuntungan pribadi. Salah satu modusnya yakni meminta sejumlah uang ataupun proyek kepada pihak yang menjadi target. Jika tidak diberikan, mereka mengancam akan membuat laporan pengaduan ke APH (Aparat Penegak Hukum) atau menggelar aksi demonstrasi.

POLISIMenangkap tangan ketua dan anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Lampung yang diduga memeras pejabat Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM). Dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan, Minggu (21/09/25) kemarin, petugas menemukan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 20 juta.

Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Lampung, Kombes Indra Hermawan membenarkan adanya peristiwa tersebut.

" Kemarin kami merespons laporan masyarakat terkait adanya pemerasan. Pelakunya sudah diamankan," ujar Indra di Mapolda Lampung, Senin (22/09/25).

Kedua pelaku yang ditangkap adalah WYD, ketua LSM dan FJR anggotanya. Mereka ditangkap saat menerima uang hasil pemerasan di sebuah minimarket di Bandar Lampung.

Indra menjelaskan, laporan pemerasan ini dilayangkan salah satu pejabat di RSAM terkait proyek pembangunan yang sedang berlangsung. Anggota Jatanras yang melakukan OTT menemukan uang Rp 20 juta di dalam kendaraan kedua pelaku.

" Saat ini masih dalam pemeriksaan, dan kita sudah meminta keterangan dari enam orang saksi. Kami menghimbau kepada siapa pun atau instansi mana pun yang merasa pernah diperas oleh kedua pelaku untuk segera melapor ke Polda Lampung," ujar Indra.

Dipaparkan Indra, Direktur RSUD Abdul Moeloek mendapatkan informasi pada tanggal 18 September 2025 akan ada demo terkait rumah sakit tersebut. Kemudian diperintahkan salah satu Kabag untuk bertemu pelaku.

" Dalam pertemuan itu ada komunikasi bahwa terlapor meminta proyek dari rumah sakit, dia meminta fee 20 persen. Jika tidak dipenuhi mereka akan melakukan aksi demo," ungkap Indra.(*)

Penulis
: Faisal Sikumbang
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html