Kayu Ilegal Logging Asal Bengkalis Beredar Bebas di Mundam Dumai

Administrator Administrator
Kayu Ilegal Logging Asal Bengkalis Beredar Bebas di Mundam Dumai
Salah satu panglong yang diduga menampung kayu ilegal dari hutan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis
Kayu hasil penebangan ilegal di wilayah Bukit Batu Kabupaten Bengkalis beredar bebas di sejumlah panglong yang berada di Kelurahan Mundam Kota Dumai dan sekitarnya. Kayu hasil ilegal logging itu kabarnya dipasok oleh Atan dan kawan-kawan. Hal ini sudah berlangsung tahunan dan luput dari pemantauan aparat berwenang.

AKTIVITAS Ilegal logging di wilayah Kabupaten Bengkalis masih berlangsung hingga saat ini. Kayu hasil kegiatan ilegal itu salah satunya di pasarkan ke sejumlah panglong penampungan kayu yang berada di Mundam Kecamatan Medang Kampai. Kegiatan ini berlangsung leluasa dan sudah lama.

Pantauan di lapangan, tumpukan kayu hasil ilegal logging itu tampak di sejumlah panglong atau beberapa gudang di daerah Mundam. Salah satunya panglong yang berada di Jalan Arifin Achmad Dumai-Sei Pakning. Selain itu beberapa panglong lainnya juga tampak pemandangan yang sama.

Salah seorang pemilik panglong kayu, Sarwit mengakui usahanya tersebut sudah berlangsung lama dan selama ini aman-aman saja. Kayu-kayu yang berada di gudangnya itu merupakan bahan baku untuk pembuatan perabot, konsen pintu dan lainnya.

“ Kayu ini kita beli dari Atan, kadang dari Bowo. Kalau kehabisan bahan baku (kayu,red), kita order ke mereka dan langsung diantar. Selama ini aman-aman saja,” ujarnya kepada Koran Tanjak.

Hal yang sama juga berlangsung di gudang kayu milik Ijal yang berada di daerah Puak Kota Dumai. Suplai kayu yang berasal dari hasil perambahan hutan secara ilegal itu diperkirakan sudah berlangsung lama. Namun sejauh ini terkesan belum ada tindakan hukum dari pihak aparat yang berkompoten di Kota Dumai.

Padahal sudah diatur secara tegas melalui Pasal 83 Ayat 1 Huruf b Undang-Undang No 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, bahwa pelaku ilegal logging diancam pidana penjara maksimum 15 tahun dan denda maksimum Rp 100 miliar. Namun aturan tersebut sepertinya tidak berlaku bagi para mafia kayu yang main di Bukit Batu.(***)
Penulis
: Faisal Sikumbang
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html