Ini Dia Petinggi PT Musim Mas dan Permata Hijau Tersangkut Kasus Mafia Minyak Goreng

Administrator Administrator
Ini Dia Petinggi PT Musim Mas dan Permata Hijau Tersangkut Kasus Mafia Minyak Goreng
Tiga tersangka kasus mafia minyak goreng (dari kiri ke kanan), Senior Manager Corporate Affairs Permata Hijau, Stanley MA; Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia, Parulian Tumanggor; dan General Manager bagian General Affairs PT Musim Mas, Togar Sitanggang.
Kejaksaan Agung (Kejagung) RI telah menetapkan empat tersangka dalam kasus mafia minyak goreng. Mereka adalah Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan RI, Indrasari Wisnu Wardhana, Senior Manager Corporate Affairs Permata Hijau Stanley MA, General Manager bagian General Affairs PT Musim Mas Togar Sitanggang dan Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia, Parulian Tumanggor.

PENETAPAN keempat tersangka itu dilakukan usai penyidik memeriksa sebanyak 19 saksi dan memeriksa 596 dokumen atau surat terkait.

"Berdasarkan laporan hasil penyidikan ditemukan alat bukti permulaan yang cukup,” kata Jaksa Agung ST Burhanuddin, Selasa (19/4/2022).

Adapun Indasari dan Parulian ditahan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Agung RI. Sementara itu, Togar dan Stanley ditahan di Kejakasaan Negeri Jakarta Selatan.

"Ditahan selama 20 hari terhitung hari ini sampai 8 Mei 2022," kata Burhanuddin.

Dirangkum Tribunnews.com, Senior Manager Corporate Affairs PT Permata Hijau Group, Stanley MA menurut akun LinkedIn-nya sudah bekerja di Permata Hijau Group selama lebih dari 15 tahun.

Ia memulai kariernya di Permata Hijau Group pada Maret 2007 sebagai Staff Auditor. Kala itu, Stanley ditempatkan di Kota Medan, Sumatera Utara.

Setelahnya, pada Agustus 2008, ia ditunjuk menjadi Import & Licenses Supervisor. Di tahun 2011, ia dipindah ke kantor pusat di Jakarta dan menjadi Corporate Affairs Assistant Manager. Lalu, pada Januari 2017, Stanley menjadi Professional/Assistant Director Corporate Affairs.

Sebelum di Permata Hijau Group, ia bekerja di Wilmar International selama satu tahun enam bulan sebagai Internal Auditor. Dirinya juga pernah menjadi Inventory Controller di PT Axis Importer Trading pada September 2004 hingga Agustus 2005.

Namanya juga tercatat di Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI) sebagai Wakil Ketua Bidang Pemasaran dan Promosi.

Sementara General Manager PT Musim Mas, Togar Sitanggang dikutip dari responsiblebusiness.com merupakan lulusan University of Suthern California, Los Angeles, AS bidang Ilmu Komputer. Ia memperoleh gelar Master dari Universitas Sumatera Utara, Medan.

Togar diketahui sudah bekerja di industri kelapa sawit selama lebih dari 20 tahun, dengan berbagai posisi. Mulai dari penelitian, logistik, perdagangan, hingga mengurus perusahaan.

Menurut LinkedIn-nya, Togar sudah bekerja di PT Musim Mas selama 10 tahun. Ia mengawali kariernya di PT Musim Mas menjadi Senior Manager Corporate Affairs sejak Mei 2012 hingga saat ini. Togar juga menjabat sebagai General Manager Corporate Affairs sejak Desember 2019 sampai sekarang.

Ia pertama kali terjun ke industri kelapa sawit pada Maret 1993 dengan bekerja di SMART Corp Medan. Lalu, di tahun 1997, ia menjadi Trader di Cargill Indonesia. Hanya bertahan selama tiga tahun, Togar kemudian pindah ke Bakrie Group pada Januari 2001 dan menjadi VP Commodity Trading.

Setelahnya, ia menjadi Research Analyst di Bunge Agribusiness selama empat tahun 10 bulan, sejak Oktober 2004 hingga Juli 2009. Togar kembali berpindah perusahaan pada Agustus 2009.

Ia memilih ED&F Man Indonesia sebagai tempatnya bekerja. Di perusahaan ini, ia pernah menjadi Senior Trader dan Country Manager Tropical Oil Division. Pengalamannya di industri kelapa sawit membuat Togar dipercaya menjadi Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) pada Mei 2015.

Saat ini, namanya tercatat sebagai Wakil Ketua Umum II Urusan Perdagangan dan Keberlanjutan GAPKI. Ia juga diketahui aktif di asosiasi terkait kelapa sawit, seperti Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI), Asosiasi Produsen Oleochemicals Indonesia (APOLIN), dan Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI).**
Penulis
: Faisal Sikumbang
Sumber
: TribunPekanbaru
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html