Sanitasi Layak Cegah Stanting, Dispertaru Dumai Periksa Lahan Septik Tank

Administrator Administrator
Sanitasi Layak Cegah Stanting, Dispertaru Dumai Periksa Lahan Septik Tank
UPT PALD Dispertaru Dumai melakukan peninjauan perdana dengan menyasar rumah-rumah warga calon penerima bantuan, Selasa (13/10/26).
Dinas Pertanahan dan Penataan Ruang (Dispertaru) Kota Dumai melalui UPT PALD (Pengelolaan Air Limbah Domestik) Kelas A turun mengurus persoalan paling mendasar, yakni septik tank warga dalam rangka mendukung Program Prioritas Nasional untuk percepatan penurunan stunting ekstrem.

DISPERTARU yang biasanya urus tata ruang kota, kali ini urus tata ruang septik tank warga. Dispertaru paham, stunting tidak hanya soal gizi, tapi soal sanitasi. Anak stunting seringkali karena infeksi berulang akibat sanitasi buruk. Septik tank bocor, air sumur tercemar, anak diare terus, akhirnya stunting.

Dan itu yang dilakukan UPT PALD Dispertaru Dumai yang melakukan peninjauan perdana dengan menyasar rumah-rumah warga calon penerima bantuan di Kelurahan Gurun Panjang dan Kelurahan Bukit Kayu Kapur, Kecamatan Bagan Besar, Selasa (13/10/26).

Tim UPT PALD Kelas A tidak survei dari kantor dengan peta. Mereka turun langsung ke rumah warga calon penerima bantuan. Lihat langsung kondisi rumahnya, kondisi lahannya. Ini adalah pemerintah yang tidak asal kasih bantuan septik tank. Tapi cek dulu rumah per rumah.

" Survei ini bertujuan untuk memverifikasi data penerima sekaligus mengecek kondisi lokasi dan ketersediaan lahan secara teknis. Langkah ini krusial agar bantuan pembangunan tangki septik individu benar-benar tepat sasaran dan aman bagi sumber air warga. Sanitasi yang layak adalah kunci utama mencegah penyakit infeksi penyebab stunting pada anak," ujar Kadispertaru Dumai, Muhammad Mufarizal, Selasa (13/10/26).

Tujuan surveinya 3 lapis, dan semuanya krusial. Pertama, memastikan data calon penerima bantuan septik tank itu benar-benar warga yang membutuhkan, bukan warga mampu yang asal masuk data.

Kedua, pengecekan kondisi lokasi dan ketersediaan lahan secara teknis, dan ketiga memastikan bantuan tepat sasaran.

Septik tank yang dibangun asal-asalan, bocor, dekat dengan sumur, justru akan cemari air sumur warga. Air sumur tercemar bakteri E.coli, warga minum, anak diare, infeksi, akhirnya stunting.

Makanya UPT PALD harus cek teknis agar tangki septik individu benar-benar tepat sasaran dan aman bagi sumber air warga. Dispertaru tidak hanya bangun septik tank, tapi sedang memutus rantai stunting dari hulunya, yakni jamban.

Pembangunan tangki septik individu oleh UPT PALD bukan proyek jamban biasa. Ini adalah investasi masa depan anak Dumai. Anak di Gurun Panjang dan Bukit Kayu Kapur yang hari ini dapat septik tank yang aman, besok tidak akan diare terus, tidak akan stunting, bisa tumbuh tinggi dan cerdas. Dispertaru sedang bangun generasi emas dari bawah tanah, dari septik tank yang aman.(inf)
Penulis
: Faisal Sikumbang
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html