Dunia prostitusi kerap dijadikan pilihan untuk memperkaya diri. Apalagi jika sering dapat pelanggan dengan uang "tak berseri". Dalam waktu singkat, ekonomi dan gaya hidupnya bakal jauh meningkat. Tidak sedikit wanita lemah iman yang tergiur. Mereka berasal dari beragam latar belakang, pekerja salon, SPG hingga tenaga honorer.
MENGUPAS Sisi gelap dunia malam serta geliat prostitusi cukup asik. Bakal menemukan banyak cerita menarik. Terutama menyangkut wanita-wanita yang terjebak, atau sengaja menceburkan diri ke lembah prostitusi. Sebagian besar alasannya karena persoalan ekonomi.
Namun juga tidak sedikit yang tujuannya untuk happy-happy. Untuk kalangan ini, uang bukan tujuan utama. Kalaupun dapat uang, itu hanya sebatas sampingan. Tapi bukan hal yang mudah juga untuk bisa "menjinakkan"-nya. Rata-rata kehidupan mereka mapan dan memiliki pekerjaan dengan penghasilan lumayan. Diantaranya ada yang bekerja sebagai tenaga honorer di pemerintahan.
Keterlibatan tenaga honorer di prostitusi itu pernah diungkap aparat kepolisian. Seorang wanita berinisial SD, honorer di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) akhirnya berurusan dengan Satreskrim Polres Ketapang. Wanita cantik berusia 31 tahun itu diduga terlibat prostitusi online. Polisi menggrebeknya saat berada di kamar 301 lantai 3 salah satu hotel di Ketapang.
Tenaga honorer lainnya yang berurusan dengan pihak kepolisian yakni berinisail BM. Pegawai honorer berusia 24 tahun itu bekerja di Dinas Lingkungan Hidup Makassar. Namun dirinya tidak melakoni langsung, tapi memilih menjadi mucikari. Terbongkarnya kasus ini setelah anggota polisi menyamar sebagai pelanggan.
“ Kalau siang tampilannya sopan. Tapi kalau malam, tenaga honor itu tampilannya menor. Mungkin menyesuaikan dengan suasana hiburan malam,” ujar warga yang mengenali tenaga honor itu.
Berdasarkan keterangan pelaku, kegiatan prostitusi dilakukannya sudah setahun lebih di Kota Makassar. Dan omzet yang diperolehnya dari praktik itu mencapai puluhan juta dari berbagai kalangan. Sekali melayani tamu, harga yang dipatok Rp1,5 juta- Rp 3,5 juta dan hotel ditanggung pelanggan.
“ Selaku mucikari, pelaku dapat sekitar Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta," ujar penyidik dari kepolisian.
Tidak hanya lingkup pegawai honor, prostitusi juga merambah profesi lainnya. Mulai pegawai bank, pramugari hingga selegram. Dikutip dari sindonews.com, Artis dan selebgram dalam pusaran prostitusi kian marak pada tahun 2021 ini.
Yang menjadi pertanyaan, apakah mereka sadar melakukan itu atau memang dijebak pihak-pihak tertentu? Kalau artis maupun selebgram menjajakan diri secara sadar, sangat disayangkan sekali karena mereka telah bergelimang segalanya. Popularitas dan kekayaan sudah pasti mereka berkelebihan.
Namun, jika artis dan selebgram dijebak, tentunya pihak kepolisian harus mengusut tuntas siapa aktor atau pihak yang menjebak mereka. Secara bisnis, memang menggiurkan menjajakan artis atau selebgram. Bayangkan sekali kencan mereka memasang tarif puluhan hingga ratusan juta.
Berikut 5 artis dan selebgram terlibat pusaran prostitusi yang dihimpun dari berbagai sumber, Jumat (24/12/2021):
1. Selebgram TE. Saat penggerebekan yang dilakukan Polda Jateng di salah satu hotel di Semarang, pada 15 Desember 2021, selebgram TE tertangkap basah sedang berhubungan badan dengan seorang pria. Meski belum ada kepastian apakah TE yang dimaksud adalah Tisya Ernie, tapi publik ramai mengaitkan kasus ini dengan namanya. Perempuan berusia 26 tahun ini diketahui memasang tarif sebesar Rp25 juta.
2. Hana Hanifah. Hana Hanifah ditangkap bersama pria berinisial A di sebuah hotel di Medan pada tahun 2019. Dia merupakan artis kelahiran Bogor, 30 April 1995. Hana ditangkap karena kasus prostitusi online. Pada saat penangkapan ditemukan barang bukti berupa alat kontrasepsi, handphone, serta kartu ATM. Dari mucikari yang menjual jasanya, Hana mengaku menerima Rp20 juta.
3. Hesti Klepe. Perempuan dengan nama asli Hesti Aryasutra ini terkenal dengan judul lagunya Klepek Klepek ciptaan Papa T Bob. Pada tahun 2016, Hesti diciduk pihak kepolisian Lampung karena terlibat kasus prostitusi. Dia memasang tarif hingga Rp100 juta.
4. Anggita Sari. Perempuan kelahiran Jakarta, 6 Desember 1991 ini pernah terlibat kasus prostitusi. Pada 2015, Anggita Sari ditangkap oleh polisi di sebuah hotel di Surabaya. Semula Anggita sempat membantah jika dirinya terlibat prostitusi. Namun, pada akhirnya dia mengakui. Anggita bahkan blak-blakan mengenai bayarannya. Dia mendapat bayaran Rp20 juta untuk sekali kencan.
5. Amel Alvi. Seorang aktris, penyanyi, dan disk jockey (DJ) bernama asli Amelia Alviani. Perempuan kelahiran Sukabumi, 28 Juli 1992 ini ditangkap pihak kepolisian karena kasus prostitusi. Amel ditangkap di sebuah hotel di kawasan Jakarta Selatan bersama mucikarinya Robby Abas. Amel mengungkapkan dalam persidangan, tarif sekali kencannya sebesar Rp80 juta.***