Surat Walikota Pekanbaru Hoax, Agung: Sekolah Libur Hanya di Sekitar Gedung DPRD

Administrator Administrator
Surat Walikota Pekanbaru Hoax, Agung: Sekolah Libur Hanya di Sekitar Gedung DPRD
Walikota Pekanbaru, H Agung Nugroho
Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru memastikan bahwa Surat Edaran Walikota yang meliburkan sekolah TK hingga SMP dipastikan hoax. Pasalnya hingga saat ini belum ada surat yang ditandatangani oleh Walikota Pekanbaru. Walikota Agung Nugroho juga mengaku tidak pernah menerbitkan surat tersebut. Kendati demikian, kepada media disampaikannya sekolah yang diliburkan hanya yang berada di sekitar Gedung DPRD Riau.

PELAKSANA Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Masykur Tarmizi memastikan bahwa Surat Edaran Walikota Pekanbaru yang beredar adalah hoax.

" Itu hoax, sampai saat ini belum ada surat yang ditandatangani oleh pak walikota," ujar Masykur Tarmizi dikutip dari cakaplah.com, Ahad (31/08/25) malam.

Hal yang sama juga dikatakan Walikota Pekanbaru, H Agung Nugroho yang menyebut tidak ada mengeluarkan surat edaran tersebut. Meski begitu ia menyebut memang sekolah di sekitar DPRD Riau saja.

" Tidak (tidak benar), cuma yang di sekitaran DPRD Riau saja," kata Agung Nugroho.

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Kota Pekanbaru meliburkan aktivitas belajar-mengajar untuk siswa TK hingga SMP Negeri maupun swasta. Keputusan itu dituangkan dalam Surat Edaran Walikota Pekanbaru Nomor : 400.3/disdik/2791/2025 tanggal 29 Agustus 2025 menyusul adanya aksi demonstrasi akbar, Senin (01/09/25) besok.

" Sehubungan dengan adanya informasi yang kami terima, bahwasanya besok 1 September 2025 akan ada aksi demonstrasi dengan massa yang cukup besar di Pekanbaru, maka daripada itu kami meliburkan siswa/siswi di lingkungan sekolah bapak ibu masing-masing," demikian antara lain kutipan isi Surat Edaran Walikota Pekanbaru tersebut.

Menurut Walikota Pekanbaru, langkah tersebut diambil untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan. Namun kepada tenaga pendidik dan kependidikan diminta untuk tetap hadir dan stanby di sekolah dengan prinsip tetap mengedepankan kewaspadaan di lingkungan kerjanya masing-masing.

Ribuan Mahasiswa dan Ojol Turun ke Jalan

Berdasarkan informasi yang diterima RiauKepri.com, aksi unjuk rasa akan melibatkan ribuan massa dari berbagai elemen mahasiswa dan organisasi masyarakat. Berikut rincian rencana aksi:

Universitas Islam Riau (UIR)

Titik kumpul: Bundaran UIR
Tujuan: DPRD Provinsi Riau
Massa: ±500 orang
Tuntutan: Reformasi DPR, Polri, RUU Perampasan Aset, penolakan kenaikan PBB 300%, dan pembebasan mahasiswa yang ditahan.

Universitas Islam Negeri (UIN) Suska Riau & HMI

Titik kumpul: Purna MTQ, Jl. Jenderal Sudirman
Tujuan: Mapolda Riau dan DPRD Riau
Massa: ±2.000 orang bersama pengemudi ojek online
Tuntutan: Respons terhadap pembunuhan masyarakat sipil dan tindakan represif aparat.

BEM Universitas Riau

Titik kumpul: Kampus Universitas Riau
Tujuan: DPRD Riau
Massa: ±2.000 orang
Tuntutan: Reformasi Polri, pengusutan kekerasan aparat.

Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI)

Titik kumpul: Kampus UMRI
Tujuan: Mapolda Riau
Tuntutan: Tanggung jawab Polri atas tindakan kekerasan terhadap massa aksi, termasuk insiden ojek online yang viral tertabrak rantis Brimob pada 28 Agustus.

Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)

Tujuan: Mapolda Riau dan DPRD Riau
Massa: ±100 orang
Tuntutan: Reformasi Kepolisian dan pengusutan pembunuhan sipil.

Situasi Perlu Diwaspadai

Aksi demonstrasi yang diprediksi berlangsung mulai pukul 13.00 WIB ini berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas dan gangguan aktivitas di sekitar lokasi-lokasi strategis, terutama kantor pemerintahan dan titik-titik kumpul massa.

Pemerintah Kota Pekanbaru mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, menghindari area konsentrasi massa, dan meningkatkan kewaspadaan. Langkah antisipatif ini diambil agar tidak terjadi hal-hal yang membahayakan keselamatan warga, khususnya anak-anak sekolah.(*)
Penulis
: Faisal Sikumbang
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html