Andi Irwandi: Evaluasi Pejabat Biro Pers di Sekretariat Presiden

Administrator Administrator
Andi Irwandi: Evaluasi Pejabat Biro Pers di Sekretariat Presiden
Andi Irwandi, Pemerhati Sosial dan Politik
Presiden Prabowo Subianto diminta melakukan evaluasi terhadap pejabat yang bertugas di Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat Presiden yang akibat tindakan kontroversi mereka telah menciptakan kegaduhan di ruang publik. Selaku pembantu presiden seyogyanya mereka mampu menjadi jembatan yang baik, dan bukan malah memicu munculnya konflik.

PEMERHATI Sosial dan Politik, Andi Irwandi menyampaikan polemik pencabutan kartu wartawan istana yang dilakukan Biro Pers Media dan Informasi (BPMI) Sekretariat Presiden terhadap reporter CNN semestinya tidak perlu terjadi. Hal itu tidak hanya menciptakan kegaduhan, namun juga berdampak terhadap citra Presiden Prabowo Subianto.

" Saya sangat berkeyakinan bahwa itu (pencabutan kartu,red) bukan keinginan presiden. Namun dampaknya bisa berujung pada nama baik Pak Prabowo. Dalam kondisi saat ini, setiap tindakan harus dipikirkan, bukannya malah membuat kegaduhan. Sepertinya perlu dilakukan evaluasi terhadap pejabat di Biro Pers Media dan Informasi," ujar Andi Irwandi kepada Kupas Media Grup melalui sambungan telpon seluler, Senin (30/09/25) tadi malam.

Menurut Andi Irwandi, kerja keras yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto dalam membangun optimisme Indonesia menuju masa depan yang lebih baik semestinya mampu diiringi oleh para pembantunya. Optimisme tersebut tumbuh dari keyakinan bahwa Prabowo mampu mengendalikan situasi dan menjalankan kebijakan yang strategis demi kebaikan bangsa.

" Sekarang kita lihat sejumlah pembantu presiden tidak mampu mensupport optimisme itu dengan baik. Justru banyak yang blunder dan akhirnya malah memicu kegaduhan-kegaduhan. Namun yang mampu melaksanakan tugas dengan baik juga ada," ungkap pria yang akrab disapa Andi 'Belalang' (Bela Hambalang,red) ini.

Dikatakan Andi Belalang, sorotan positif saat tampilnya Presiden Prabowo melalui pidato heroiknya di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), seketika dirusak oleh pejabat di Biro Pers Media dan Informasi dengan berita yang tak kalah heboh terkait pencabutan kartu wartawan istana.

" Semoga itu bukan sebuah kesengajaan untuk menciptakan opini seolah-olah presiden anti kritik atau tidak menghormati kebebasan pers. Kalau tujuannya itu, mereka pejabat di Biro Pers wajib diganti," tegas Andi Irwandi.

Setpres Kembalikan Kartu Pers Istana Diana

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden (Setpres), Yusuf Permanatelah mengembalikan kartu pers Istana milik wartawan CNN Indonesia TV, Diana Valencia.

Penyerahan ID pers Istana ini dikutip dari Kompas dilakukan dan disaksikan oleh Pemimpin Redaksi CNN TV Titin Rosmasari, pihak Dewan Pers, dan Biro Pers.

" ID khusus Istana itu pun sekarang akan dikembalikan ke yang bersangkutan. Disaksikan juga oleh pemred-nya Bu Titin, yang langsung kami serahkan ke Bu Diana. Kami juga memastikan bahwa kejadian ini tidak akan terulang kembali," ujar Yusuf di Istana, Jakarta, Senin (29/9/2025).(*)
Penulis
: Faisal Sikumbang
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html