Polemik Kursi Wawako, Ketua DPC PPP Dumai Bantah Tuduhan Surono

Administrator Administrator
Polemik Kursi Wawako, Ketua DPC PPP Dumai Bantah Tuduhan Surono
H Salman, SSos Ketua DPC PPP Kota Dumai
Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Dumai, H Salman, SSos membantah seluruh tudingan Agung Surono yang membuat laporan ke Mapolres Dumai terkait pengisian kursi Wakil Walikota Dumai. Tidak hanya itu, Salman mengaku juga sedang mempertimbangkan untuk melakukan langkah hukum terhadap Agung Surono.

POLEMIK Pengisian kursi Wakil Walikota Dumai yang ditinggalkan almarhum Amris terus berlanjut. Setelah Agung Surono membuat laporan ke Mapolres Dumai, kini Ketua DPC PPP Dumai berencana untuk membuat laporan balik.

Melalui pernyataan pers yang disampaikannya ke redaksi kupasberita.com, Jumat (25/11/22) tadi malam, H Salman secara tegas menyampaikan mulai dari Rapimcab PPP Kota Dumai hingga terbitnya rekomendasi DPP PPP, tidak pernah ada usulan nama Agung Surono dari DPC, DPW maupun DPP PPP.

" Nama Agung Surono tidak pernah dibicarakan atau diusulkan partai, baik ditingkat DPC maupun DPW. Sesuai AD/ART serta Petunjuk Organisasi (PO), itu harus diputuskan melalui forum Rapimcab seperti yang pernah dilakukan untuk nama H. Samsul Bahri. Pernyataan Agung Surono yang menyebutkan namanya dicoret (dari pengusulan sebagai Wawako Dumai) adalah klaim sepihak dan merupakan pernyataan yang tidak benar," tegas H Salman, SSos.

H Salman yang juga menjabat sebagai anggota DPRD Kota Dumai ini juga menyampaikan kronologis pertemuan dan komunikasi yang pernah terbangun dengan Agung Surono. Hal itu bermula pasca mundurnya H Samsul Bahri dari pencalonan dirinya sebagai Wakil Walikota Dumai.

" Setelah H Samsul Bahri mundur dari pencalonan, Agung Surono datang berkunjung ke rumah dan meminta dukungan untuk menjadi Calon Wakil Walikota Dumai sisa masa jabatan 2021-2024. Saat itu dia memperlihatkan surat rekomendasi dari DPP PPP. Namun saat saya minta meneruskan foto surat dukungan itu ke WA saya dia menolak. Begitu juga waktu diminta foto copy-nya," jelas H Salman.

Saat pamit mau pulang, disampaikan Salman melalui pernyataan persnya bahwa Agung Surono meninggalkan amplop putih berisi uang tunai RP. 5.000.000,- ( lima juta rupiah) diatas kursi. Melihat hal itu, Salman berulang kali meminta Agung Surono agar mengambil uang itu kembali. Namun Agung Surono tetap meninggalkan uang tersebut dan langsung pergi.

" Saya sudah berkali-kali menolak ketika ia meninggalkan uang di rumah saya. Bahkan saya telah meminta pengurus partai untuk mengembalikan uang 5 juta itu. Apakah uang itu yang dianggap sebagai kompensasi untuk saya, Naudzubillahmindzalik," tulis H Salman.

Salman juga menegaskan, tuduhan Agung Surono melalui media massa maupun laporannya ke Polres Dumai yang menyebutkan dirinya telah menerima kompensasi berupa sejumlah uang untuk menyetujuinya menjadi calon Wakil Walikota Dumai adalah fitnah dan pencemaran nama baik.

" Itu fitnah dan pencemaran nama baik. Saya sedang mempertimbangkan untuk melakukan upaya hukum kepada yang bersangkutan," ujar H Salman.

Sebelumnya diberitakan, berdasarkan video liputan Broadcast TV yang beredar di media sosial terkuak bakal adanya persoalan hukum yang muncul terkait pengisian kekosongan kursi Wakil Walikota Dumai. Persoalan itu terjadi di internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang merupakan salah satu partai pengusung pasangan Paisal-Amris di Pilkada Dumai 2020 lalu.

Dalam video yang beredar, tampak reporter Broadcast TV dan Agung Surono sedang berada di Mapolres Dumai. Kehadiran mereka di Mapolres Dumai terkait pelaporan kasus yang ada hubungannya dengan kursi Wakil Walikota Dumai.

Agung Surono sendiri menurut informasi yang diterima merupakan salah satu penerima rekomendasi dari DPP PPP untuk dicalonkan sebagai Wakil Walikota Dumai. Hanya sejauhmana kebenaran informasi itu belum diketahui secara pasti.

Namun dalam pernyataan yang disampaikannya secara langsung melalui rekaman video yang ditayangkan di Broadcast TV, dirinya merupakan pihak yang dirugikan dan melaporkan salah satu Ketua PAC PPP di Dumai. Selain itu juga tersangkut nama Ketua DPC PPP Dumai serta persoalan pengembalian uang yang ditawarkan pihak lain kepada Agung Surono.

" Tadi pagi ada utusan dari Ketua DPC (mengembalikan uang,red) agar kita adem ayemlah. Tapi saya tolak, karena kita akan buktikan di forum yang lebih resmi," tegas Agung Surono melalui tayangan Broadcast TV yang dikutip, Selasa (22/11/22) tadi malam.**
Penulis
: Faisal Sikumbang
Komentar
Berita Terkini
google-site-verification: google0644c8c3f5983d55.html